Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kasus Keracunan SMKN Palang, Dinkes dan Polisi Periksa SPPG Al Falah Palang

Andreyan (An) • Sabtu, 27 September 2025 | 01:18 WIB
Siswa SMKN Palang dirujuk ke RSUD dr. R Koesma Tuban diduga akibat keracunan menu MBG.
Siswa SMKN Palang dirujuk ke RSUD dr. R Koesma Tuban diduga akibat keracunan menu MBG.

RADARTUBAN - Petugas kesehatan hingga aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al-Falah.

Lokasinya di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, selaku penyedia menu makan bergizi (MBG) gratis wilayah setempat.

Itu menyusul kasus keracunan enam siswa SMKN Palang yang diduga setelah menyantap menu MBG.

Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban Roikan menyampaikan, setelah adanya peristiwa tersebut, pihaknya menekankan kepada SPPG agar memperhatikan standar operasional (SOP) dalam proses penyajian makanan sebelum sampai kepada siswa.

‘’Kami akan mengadakan pertemuan dan monev (bersama SPPG, Red) serta mengimbau untuk lebih ketat dalam menerapkan SOP, terutama memastikan keamanan dan kelayakan makanan sebelum didistribusikan,’’ ujar dia.

Lebih lanjut, Roikan mengatakan, pihaknya belum bisa menyampaikan secara detail terkait penyebab keracunan, karena proses uji laboratorium terhadap menu MBG yang diduga menyebabkan keracunan masih dilakukan.

‘’Kami akan terus melakukan monitoring, sembari menunggu hasil uji lab,’’ tandas pejabat definitif Direktur RSUD Ali Mansyur, Jatirogo itu.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Dimas Robin Alexander menyampaikan, pasca insiden keracunan tersebut, pihaknya langsung menerjunkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan mendalam pada SPPG.

‘’Masih difokuskan pada pengujian sampel MBG yang dikonsumsi waktu itu, bahkan muntahan siswa juga dilakukan uji laboratorium. Para siswa (korban keracunan, Red) juga masih dilakukan observasi,’’ terangnya.

Lebih lanjut dikatakan AKP Dimas, kurang lebih 3-5 hari untuk menunggu hasil pengujian laboratorium. Usai adanya peristiwa ini, pihaknya bahkan turut serta melakukan pengawasan terhadap proses penyajian makan pada SPPG tersebut.

‘’Ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada korelasi sakitnya siswa dengan menu MBG,’’ jelasnya. (an/tok) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#SPPG #SMKN Palang #siswa #Mbg #keracunan #uji laboratorium