Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

RSUD Tuban Umumkan Hasil Laboratorium MBG Pemicu Keracunan 6 Siswa SMKN Palang, Begini Penjelasannya

Shafa Dina Hayuning Mentari • Rabu, 1 Oktober 2025 | 22:00 WIB

 

Salah satu siswa SMKN Palang dirujuk ke IGD RSUD dr R Koesma Tuban diduga keracunan menu MBG pada Rabu (25/9).
Salah satu siswa SMKN Palang dirujuk ke IGD RSUD dr R Koesma Tuban diduga keracunan menu MBG pada Rabu (25/9).

 

RADARTUBAN – Lemahnya daya tahan tubuh diduga menjadi faktor pendorong sejumlah siswa SMKN Palang mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) beberapa waktu lalu.

Itu menyusul hasil tes laboratorium dari sampel darah siswa yang menjalani perawatan di RSUD dr. R. Koesma Tuban.

‘’Dilihat dari HB (hemoglobin) yang turun, siswi (yang mengalami keracunan, Red) tersebut kekurangan gizi, sehingga memicu penurunan daya tahan tubuh,” kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban Heni Purnomo Wati kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (29/9).

Heni menjelaskan, hasil tes tersebut mengarah pada kondisi anemia atau kurang darah.

Menurutnya, kadar HB yang rendah dapat disebabkan pula karena adanya defisiensi zat besi yang sudah dialami sejak lama maupun karena penyakit kronis yang terjadi.

Namun, pejabat berlatar belakang dokter gigi itu tidak menjelaskan secara rinci ihwal hasil laboratorium yang didapat dari pemeriksaan darah pasien tersebut.

‘’Kondisi tubuh yang menurun memang bisa saja menyebabkan siswi tersebut rentan mengalami keracunan. Sebab, kondisi tersebut menyebabkan semua penyakit bisa masuk ke dalam tubuh manusia, terlebih jika ada stres. Selain itu, menstruasi juga turut memengaruhi daya tahan tubuh,” terangnya.

Apakah kondisi keracunan tersebut di sebabkan karena konsumsi MBG, Heni tidak bisa memastikan.

‘’Untuk benar-benar tahu penyebabnya, makanannya juga harus diperiksa dulu. Sedangkan, untuk pemeriksaan makanan ada di laboratorium kesehatan daerah,” katanya.

Sementara itu, dua siswi SMKN Palang yang sempat menjalani rawat inap di RSUD dr. R. Koesma pasca keracunan MBG sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi berangsur membaik pada Sabtu (27/9).

Sementara satu siswi lainnya masih menjalani perawatan lanjutan hingga kurang lebih tiga hari lamanya.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, dua siswi yang sudah pulang dipastikan dalam keadaan stabil.

Mereka tidak lagi mengalami gejala seperti mual dan pusing setelah mendapatkan penangan rawat inap.

Hanya saja, satu siswa yang menyusul menjalani rawat inap pada Jumat (26/9) masih mengeluhkan sejumlah gejala, seperti pusing, nyeri pada perut, dan batuk hingga Sabtu (27/9) lalu.

‘’Secara umum, kondisinya tidak memburuk, namun masih ada keluhan. Sehingga, kami berikan tambahan obat pereda nyeri untuk perutnya. Tapi sore ini siswi tersebut sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya stabil,” tandas Heni. (saf/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #hemoglobin #rsud #Mbg #keracunan