RADARTUBAN - Ombudsman RI turut angkat suara menyikapi maraknya kasus keracunan yang menimpa siswa sekolah di berbagai daerah se-Indonesia yang diduga akibat menu makan bergizi gratis (MBG), termasuk kasus keracunan pada enam siswa SMKN Palang pada Rabu (24/9).
Ketua Perwakilan Ombudsman RI Jawa Timur Agus Muttaqin menyampaikan, kasus keracunan siswa di Tuban juga masuk dalam catatan Ombudsman RI bersama sederet kasus keracunan siswa di sejumlah daerah se-Indonesia yang akan menjadi bahan kajian untuk menjadi bahan evaluasi.
‘’Kasus keracunan (di Tuban, Red) beriringan dengan sejumlah kasus di berbagai daerah, tentu ini akan menjadi kajian mendalam terutama faktor dugaan penyebabnya,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Hanya saja, Agus tidak bisa mengungkapkan hasil kajian yang dilakukan institusinya. ‘’Sekarang satu pintu, sekarang melalui kantor pusat,’’ ujarnya singkat.
Sementara itu, Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika dalam press release mengatakan, ada sejumlah persoalan dalam temuannya yang menimbulkan turunnya kepercayaan publik terhadap program MBG.
Dari sejumlah persoalan yang menjadi atensinya, aspek yang paling disorot yakni soal penerapan SOP pada masing-masing SPPG yang dinilai masih belum konsisten, serta kepastian keamanan dan kelayakan makanan sebelum sampai pada siswa juga masih minim pengawasan.
Delapan permasalahan itu antara lain, kesenjangan lebar antara target dan realisasi capaian, maraknya kasus keracunan massal di berbagai daerah, penetapan mitra yayasan dan SPPG yang belum transparan serta rawan konflik kepentingan.
‘’Akibatnya, mutu pangan yang sampai ke meja makan siswa tidak sepadan dengan besarnya anggaran yang dikucurkan. Negara membayar dengan kualitas harga premium, sementara kualitas makanan yang diterima anak-anak belum optimal,’’ beber dia.
Dijelaskan Yeka, pasca banyaknya kasus keracunan diharapkan pihak-pihak terkait yang bertanggungjawab pada program MBG harus segera berbenah melakukan perbaikan yang cepat, terukur, dan transparan.
‘’Terutama soal mengembalikan kepercayaan masyarakat pada program ini,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama