Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Liga 2 Pegadaian Championship Kian Panas: Duel Ketat, Gol Bertebaran, Perebutan Tiket Super League Makin Seru!

Tulus Widodo • Senin, 6 Oktober 2025 | 15:35 WIB

 

Liga 2 Pegadaian suguhkan drama sengit promosi & degradasi, tensi panas seperti Super League.
Liga 2 Pegadaian suguhkan drama sengit promosi & degradasi, tensi panas seperti Super League.

RADARTUBAN - Persaingan menuju Super League dari Pegadaian Championship Liga 2 2025/2026 mulai menyajikan drama menarik.

Putaran pertama baru beberapa pekan berjalan, tapi aroma perebutan tiket promosi dan bayang-bayang degradasi sudah terasa kental.

Pekan ini, empat laga sarat drama membuktikan bahwa kasta kedua sepak bola Indonesia tidak lagi sekadar “ajang transit”, tetapi arena adu gengsi dan strategi.

Di Tegal, Persekat dipaksa berbagi angka 2-2 kontra Adhyaksa Farmel FC. Laga ini penuh ketegangan: tuan rumah sempat unggul lewat gol Kevy Syahertian menit 29.

Namun Adhyaksa membalas lewat dua gol cepat Makan Konaté (51) dan Chrystna Bhagascara (55).

Persekat akhirnya terhindar dari kekalahan lewat gol telat Riki Saputro di menit 90+6.

Hasil ini menjaga rekor tak terkalahkan Adhyaksa, tapi juga jadi alarm bagi lini belakang mereka yang sudah kebobolan enam gol.

Sementara di Banda Aceh, Persiraja harus puas bermain imbang 1-1 melawan Garudayaksa.

Tim tamu unggul lebih dulu lewat Adittia Gigis menit 13 sebelum disamakan Wahyu Illahi menit 36.

Tambahan satu poin membuat Garudayaksa tetap kokoh di puncak Grup Barat dengan selisih gol mengerikan (9-3).

PSS Catat 4 Kemenangan Beruntun

Kejutan terjadi di Palu, Persipal nyaris tak berkutik dibantai tamunya PSS Sleman 0-3. Klub Elang Jawa tampil sangat klinis lewat gol Cleberson (6’), Frédéric Injaï (15’ dan 89’).

Ini jadi kemenangan keempat beruntun PSS di Grup Timur dengan catatan gol 9-2.

Laga paling panas tersaji di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Deltras membekuk Persiku Kudus 4-2 dalam drama enam gol.

Tito Hamzah membuka skor menit 35, lalu Rian Lopes (60’), Neville Tengeg (74’), dan Flabio Soares (90+6’) menambah penderitaan tamu.

Persiku sempat memberi perlawanan lewat Crah Angger (56’) dan Igor Henrique (79’), tapi akhirnya harus pulang tanpa poin.

Klasemen Menggigit

Hasil-hasil itu membuat peta klasemen sementara makin tajam. Di Grup Barat, Garudayaksa dan Adhyaksa sama-sama mengoleksi 8 poin dari empat laga tanpa kalah, diikuti PSMS Medan (7 poin) dan Sumsel United (6 poin).

Persiraja, yang sempat digadang jadi kuda hitam, masih terseok di peringkat 8 dengan empat poin.

Di Grup Timur, persaingan makin gila. Barito Putera dan PSS Sleman sama-sama mencatat 100 persen kemenangan dari empat laga.

Selisih gol Barito bahkan masih perawan (8-0), sedangkan PSS unggul produktivitas (9-2).

Deltras (6 poin) dan Persiba (6 poin) mulai mengintip posisi runner-up, sedangkan PSIS Semarang justru terjerembab di dasar klasemen tanpa poin.

Perlombaan Gol: Bomber Makin Tajam

Persaingan pencetak gol juga makin panas. Takumu Nishihara (Persiba), Igor Henrique (Persiku), dan Connor Gustavo Tocantins (PSS) sementara memimpin daftar top skorer dengan empat gol.

Di bawahnya ada nama-nama tenar seperti Makan Konaté (Adhyaksa), Jaime Moreno (Barito), Everton (Garudayaksa), hingga Flynn-Gillespie (Persiraja) masing-masing tiga gol.

Liga 2 musim ini benar-benar menghapus stigma “liga buangan”: kualitas dan intensitas menyerang para pemain asing dan lokal sama-sama menghibur.

Taruhan Nasib: Promosi, Play-Off, dan Neraka Degradasi

Format kompetisi ini membuat setiap poin begitu krusial. Juara grup otomatis promosi ke Super League dan bertemu di Grand Final.

Runner-up masih harus berduel di play-off untuk tiket ketiga.

Peringkat 9 harus bertarung play-off untuk selamat dari degradasi, sedangkan juru kunci langsung terlempar ke Liga 3.

Dengan jadwal tiga putaran dan total 27 laga, setiap klub harus menjaga konsistensi sejak dini.

Bagi klub-klub seperti PSMS, Sumsel United, Deltras, dan Persiba yang punya sejarah panjang, kesempatan emas terbuka lebar.

Namun bagi nama-nama lama seperti Sriwijaya FC dan PSIS Semarang, alarm merah sudah menyala sejak pekan-pekan awal.

Liga 2 Pegadaian Championship 2025 baru berjalan sekejap, tapi tensinya sudah seperti Super League.

Tiket promosi jadi rebutan, degradasi menghantui, dan drama di lapangan makin sulit ditebak. Ini bukan sekadar “liga bayangan”—ini panggung sesungguhnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pss #Pegadaian Championship Liga 2 #Adhyaksa Farmel FC #Super League