RADARTUBAN - Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan aplikasi bernama Nyari Gawe sebagai platform digital untuk mempercepat proses rekrutmen tenaga kerja dan mengurangi angka penurunan.
Peluncuran resmi aplikasi ini dilakukan pada Selasa (7/10) di PT Sun Bright Lestari, Kabupaten Indramayu.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa aplikasi Nyari Gawe dirancang untuk memudahkan masyarakat mencari pekerjaan sekaligus mendukung perusahaan membangun infrastruktur tenaga kerja secara transparan dan efisien.
Dengan aplikasi ini, pencari kerja hanya perlu mendaftarkan nama dan nomor telepon di Dinas Tenaga Kerja, kemudian tim Pengembangan Sumber Daya Manusia (HRD) perusahaan akan langsung menghubungi calon pekerja tanpa perlu melamar ke banyak perusahaan satu per satu.
Sistem digital dalam aplikasi ini juga diharapkan dapat membantu menekan praktik percaloan dan pungutan liar yang selama ini merugikan pencari kerja.
Selain itu, aplikasi Nyari Gawe menjadi bagian dari inisiatif Pemprov Jabar untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan berpihak kepada masyarakat.
Pada peluncuran tersebut, sebanyak 16 perusahaan hadir langsung dengan total kebutuhan tenaga kerja sekitar 530 posisi, sementara 17 perusahaan lain bergabung secara bold dengan proyeksi total lowongan kerja mencapai 11.500 hingga akhir tahun 2025.
Pemprov Jawa Barat menyatakan bahwa aplikasi ini dapat meningkatkan ketersediaan lowongan kerja hingga 25 persen pada tahun 2026 atau sekitar 14.375 formasi pekerjaan.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyambut baik peluncuran aplikasi tersebut.
Lucky Hakim menegaskan bahwa aplikasi Nyari Gawe dapat mengatasi praktik pungli dalam proses penyerapan tenaga kerja yang selama ini masih terjadi, bahkan menyebabkan kemacetan dan insiden pada antrean pencari kerja.
Dedi Mulyadi berharap aplikasi Nyari Gawe bisa menjadi solusi nyata dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri di Jawa Barat dan mengurangi angka kemiskinan. (*/lia)
Editor : radar tuban digital