RADARTUBAN – Publik bicara, dan hasilnya tajam. Survei nasional yang dirilis GoodStats melalui riset Indonesia Survey & Consulting (ISC) menunjukkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjadi menteri dengan kinerja terbaik berdasarkan tingkat kepuasan publik nasional.
Angkanya bukan main—85 persen, tertinggi di antara semua anggota kabinet.
Lebih mengejutkan lagi, Muhaimin Iskandar yang menjabat Menko PM (Pemberdayaan Masyarakat), secara tak terduga melesat ke tiga besar dengan 82 persen, hanya terpaut tipis dari Teddy Indra Wijaya (Sekretaris Kabinet) di posisi kedua dengan 83 persen.
Survei dilakukan oleh Indonesia Survey & Consulting (ISC) pada September 2025 dengan margin of error ±2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei dilakukan menjelang satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Berapa Uang Pensiun Yang Didapat Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani? Berikut Besarannya
Stabilitas Ekonomi Jadi Faktor Penentu
ISC mencatat, stabilitas ekonomi nasional menjadi faktor dominan yang mendorong lonjakan kepuasan publik terhadap Purbaya.
Kebijakan fiskal yang dianggap disiplin dan terukur, serta pengendalian inflasi yang relatif stabil, dipersepsikan publik sebagai bukti nyata kinerja pemerintah.
Di sisi lain, Teddy Indra Wijaya mendapat apresiasi tinggi atas peran koordinatifnya di lingkar dalam pemerintahan.
Sedangkan capaian Muhaimin dianggap “anomali positif” karena posisinya bukan di sektor ekonomi strategis.
Namun, menteri yang juga ketua umum PKB itu mampu mencuri perhatian lewat program pemberdayaan masyarakat dan inisiatif pembangunan sosial.
10 Menteri dengan Kinerja Terbaik (Survei ISC, September 2025)
1. Purbaya Yudhi Sadewa – Menteri Keuangan (85 persen)
2. Teddy Indra Wijaya – Sekretaris Kabinet (83 persen)
3. Muhaimin Iskandar – Menko PM (82 persen)
4. Sjarfie Sjamsuddin – Menteri Pertahanan (80 persen)
5. Sugiono – Menteri Luar Negeri (79 persen)
6. Prasetyo Hadi – Menteri Sekretariat Negara (77 persen)
7. Abdul Mu'ti – Menteri Dikdasmen (76 persen)
8. Nasaruddin Umar – Menteri Agama (75 persen)
9. Supratman – Menteri Hukum (73 persen)
10. Rosan Roeslani – Menteri Investasi/BKPM (72 persen)
Politik Persepsi: Dari Teknis ke Elektabilitas
Kepuasan tinggi terhadap Purbaya mempertegas tren meningkatnya kepercayaan publik terhadap figur teknokrat—orang yang lebih dikenal lewat kebijakan konkret ketimbang pencitraan politik.
“Publik sedang mencari sosok yang deliver result, bukan sekadar good talker,” ujar seorang analis ISC.
Di sisi lain, capaian Muhaimin di tiga besar tidak bisa dianggap sepele. Dengan basis politik yang kuat, lonjakan kepuasan publik ini berpotensi menjadi “modal politik” jika ia ingin memainkan peran lebih besar di panggung nasional.
Dalam konteks politik jangka menengah—termasuk kontestasi 2029—ini sinyal yang tidak bisa diabaikan lawan politiknya.
Apalagi, Muhaimin juga sudah berpengalaman dalam kontestasi Pilpres. Yakni, menjadi Cawapres berpasangan dengan Capres Anies Baswedan saat Pilpres 2024 lalu.
Ujian Tahun Pertama
Survei ini juga menjadi barometer penting menjelang tahun pertama pemerintahan Prabowo–Gibran.
Publik memberikan nilai positif, tapi ekspektasi juga makin tinggi. Jika stabilitas ekonomi terguncang atau kinerja kabinet menurun, tren kepuasan bisa cepat berbalik.
ISC mencatat tiga faktor utama yang membentuk persepsi publik. Yakni, stabilitas ekonomi nasional, efektivitas koordinasi pemerintahan, dan keberhasilan pelaksanaan program prioritas. (*)