Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pelaku Teror Bom Dua Sekolah Internasional di Tangerang Selatan Minta Tebusan Rp 497 Juta

Asmaul Yuli Wijayanti • Kamis, 9 Oktober 2025 | 14:46 WIB
Tim gabungan kepolisian yang tengah mengamankan dua sekolah internasional
Tim gabungan kepolisian yang tengah mengamankan dua sekolah internasional

RADARTUBAN — Dua sekolah internasional di wilayah Tangerang Raya dikabarkan menerima pesan ancaman pengeboman yang menyebar lewat WhatsApp dan e-mail.

Isi pesan mengklaim telah menanamkan bom dan memberi tenggat 45 menit sambil menuntut tebusan dalam bentuk bitcoin senilai 30.000 dollar AS.

Isi Pesan Mengintimidasi

Pelaku menghubungi salah satu pihak sekolah menggunakan nomor berkode internasional +234.

Dalam pesan itu pelaku menulis bahwa perangkat peledak akan meledak dalam hitungan 45 menit jika pihak sekolah melapor kepada polisi.

Selain itu pelaku menegaskan bom akan diledakkan bila tebusan tidak dikirimkan ke alamat bitcoin yang disebutkan.

Baca Juga: Dua Sekolah Internasional di Tangerang Selatan Terima Pesan Teror Bom

Sekolah Korban Ancaman

Dua lembaga pendidikan yang menerima ancaman tersebut adalah Nanyang School di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dan Mentari Intercultural School (MIS) di Tangerang Selatan.

Kedua sekolah dilaporkan mendapat ancaman yang diduga berasal dari nomor sama dan menerimanya melalui kanal komunikasi yang berbeda (WhatsApp dan e-mail).

Polri dan Pihak Berwenang Turun Tangan

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk melacak asal pengirim pesan dan motif di balik ancaman tersebut.

Tim teknis kepolisian diduga akan melakukan pelacakan digital terhadap alamat pengirim, koordinasi dengan penyedia layanan telekomunikasi, serta verifikasi isi e-mail dan bukti transfer terkait alamat bitcoin yang disebut pelaku.

Reaksi Sekolah dan Orang Tua

Sumber dari lingkungan sekolah menyebutkan pihak sekolah mengambil langkah kewaspadaan dan berkoordinasi dengan aparat.

Orang tua murid tampak cemas dan beberapa menghubungi pihak sekolah untuk meminta kepastian keselamatan anak-anaknya.

Sampai berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai evakuasi massal atau penutupan kegiatan belajar mengajar.

Imbauan Keamanan

Kasus ancaman seperti ini menuntut respons hati-hati: segera melapor ke aparat berwajib, tidak menanggapi permintaan tebusan, serta mengikuti arahan resmi dari pihak sekolah dan kepolisian.

Penyelidikan akan menentukan sejauh mana ancaman tersebut nyata atau sekadar upaya pemerasan yang memanfaatkan ketakutan publik.

Perkembangan penyidikan akan terus dipantau demi memastikan keselamatan siswa, tenaga pendidik, dan masyarakat sekitar. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#bom #whatsapp #pesan ancaman #tangerang #sekolah internasional #ancaman bom