Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bank Jatim Dapat Aliran Dana Rp 20 Triliun, DPRD Jatim Tuntut Penyaluran ke Kredit Produktif

Bihan Mokodompit • Kamis, 9 Oktober 2025 | 21:10 WIB
Ilustras: Bank Jatim.
Ilustras: Bank Jatim.

RADARTUBAN - Rencana pemerintah pusat melalui Menteri Keuangan (Menkeu) memberikan suntikan dana kepada Bank Jatim disambut positif oleh DPRD Jatim.

Dana segar senilai Rp 20 triliun ini dinilai akan memperkuat likuiditas perbankan daerah serta membuka ruang lebih luas untuk penyaluran kredit produktif bagi pelaku UMKM Jawa Timur.

Anggota Komisi C DPRD Jatim, Hasan Irsyad, menilai langkah tersebut merupakan momentum penting bagi peningkatan kinerja sektor keuangan daerah.

Namun, dia menegaskan agar dana tambahan ini dikelola secara hati-hati dengan analisis dan strategi bisnis yang matang.

“Jangan sampai penambahan likuiditas justru menambah jumlah idle money atau uang menganggur di Bank Jatim,” tegas politisi Partai Golkar itu, Rabu (08/10).

Bank Jatim Masih Punya Ruang Likuiditas yang Kuat

Hasan menjelaskan, Bank Jatim memiliki kapasitas likuiditas yang cukup untuk mendukung pertumbuhan kredit produktif.

Dia mencontohkan, pada tahun 2024 pertumbuhan kredit Bank Jatim mencapai 16,98 persen.

Setara dengan Rp 64,057 triliun dana pihak ketiga yang terserap dalam sektor produktif dan konsumtif.

Untuk tahun 2025, target pertumbuhan kredit berada di kisaran 14–16 persen, yang menunjukkan kemampuan bank daerah ini dalam menjaga performa pembiayaan.

“Hal ini menunjukkan bahwa Bank Jatim masih memiliki likuiditas yang cukup untuk menyalurkan kredit setiap tahunnya,” ujar Ketua Askar Ulama Golkar Jatim tersebut.

Dia menambahkan, suntikan dana dari pemerintah pusat akan menjadi tantangan baru bagi Bank Jatim untuk meningkatkan kinerja penyaluran kredit produktif.

Terutama bagi sektor UMKM Jawa Timur yang tengah beradaptasi dengan situasi ekonomi global.

Perluas Akses Kredit UMKM dengan Suku Bunga Ringan

Lebih lanjut, Hasan mendorong agar Bank Jatim memperluas pangsa pasar potensial dari 1,9 juta pelaku UMKM Jawa Timur. 

Dia menekankan pentingnya menyalurkan dana tambahan itu kepada sektor usaha mikro, ritel, dan menengah.

“Untuk meningkatkan penyaluran dan pertumbuhan kredit, Bank Jatim harus memperluas market share potensial dan memacu kredit ke sektor produktif,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan ini akan sangat bergantung pada penerapan suku bunga rendah agar pelaku usaha dapat lebih mudah mengakses pembiayaan.

“Pemberian suntikan dana ini sangat bagus untuk menggerakkan ekonomi Jawa Timur, tetapi semuanya harus dipersiapkan dengan matang. Termasuk analisis investasi, riset pasar, dan kesiapan rencana bisnis Bank Jatim,” pungkas Hasan.

Kebijakan Nasional untuk Perkuat Bank Daerah

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah berencana menempatkan dana saldo anggaran lebih (SAL) di sejumlah bank nasional dan daerah, termasuk Bank Jatim dan Bank Jakarta.

“Kita akan implementasikan strategi yang sama untuk Bank Jakarta dan mungkin satu bank lagi di kawasan Jawa Timur. Nilainya diperkirakan Rp10–20 triliun,” ujar Purbaya.

Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat likuiditas perbankan daerah, mempercepat perputaran ekonomi lokal.

Serta mendukung perlindungan terhadap tata niaga dan industri berbasis UMKM Jawa Timur.

Dengan dukungan kebijakan tersebut, Bank Jatim berpotensi menjadi motor penggerak perekonomian daerah melalui penyaluran kredit produktif yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#DPRD #menteri keuangan #produktif #keuangan #Bank Jatim