RADARTUBAN- Sebuah ledakan terjadi di gedung Nucleus Farma, Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Rabu (8/10).
Ledakan tersebut menghancurkan bangunan empat lantai pada bagian depan dan sebagian sisi bangunan.
Tembok bagian depan roboh sehingga terlihat bagian dalam yang berantakan akibat ledakan, jendela pada bagian sisi kanan dan kiri gedung tersebut hancur.
Serta kanopi bangunan tersebut ikut hancur karena ledakan.
Rak yang difungsikan untuk meletakkan obat-obatan juga nampak tergeletak, akibat terpental. Tak hanya serpihan kaca juga berserakan di sekitar area gedung.
Saat ini Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang telah melakukan penyisiran di setiap area gedung farmasi tersebut, dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda bom maupun bahan peledak.
Akan tetapi tim Kapolres Tangerang Selatan bersama dengan ahli Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri akan terus mendalami setiap aktivitas di dalam gedung, untuk memastikan penyebab terjadinya ledakan.
Kronologi Kejadian
Ledakan tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi mata bernama Vino (37) penjaga gedung alat kesehatan, menurut pengakuannya ledakan terjadi tepatnya pada pukul 20.30 WIB.
Ia mendengar ledakan cukup keras, saat berada di gedung sebelah tempat kejadian tersebut.
Menurut kesaksiannya ia di dalam gedung alat kesehatan ada tiga orang sedang mengobrol termasuk Vino, tiba-tiba terjadi ledakan cukup besar hingga membuat atap gedung tersebut roboh.
Dua mobil pegawai kantor tempat Vino bekerja, rusak terkena runtuhan bangunan.
“Mobil saya dua-duanya kena. Yang satu hancur, yang satu penyok parah,” ungkap Vino.
Ledakan juga membuat gedung satu lantai alat kesehatan ikut hancur pada bagian depan.
Sebagai informasi, Nucleus Farma merupakan perusahaan farmasi bioteknologi terkemuka di Indonesia, perusahaan tersebut fokus dalam pengolahan obat serta suplemen kesehatan dengan bahan dasar alami lokal dari Indonesia.
Gedung farmasi Nucleus Farma beroperasi setiap hari dari pagi sampai siang, sehingga pada saat malam kejadian gedung telah sepi dan tidak memakan korban jiwa.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni