Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Menhut Raja Juli Antoni Dorong Indonesia Jadi Pusat Solusi Berbasis Alam dan Perdagangan Karbon Dunia

Siti Rohmah • Minggu, 12 Oktober 2025 | 06:59 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam acara Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025 di Jakarta, Sabtu (11/10)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam acara Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025 di Jakarta, Sabtu (11/10)

RADARTUBAN - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi pemimpin dalam penerapan solusi berbasis alam (nature-based solutions) sebagai upaya menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/10), Raja Antoni menyebut bahwa solusi berbasis alam tidak hanya mempercepat transisi menuju pembangunan hijau, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sebagai pilar utama visi tersebut. 

"Untuk mewujudkan visi tersebut, Kementerian Kehutanan menetapkan lima program unggulan strategis," ujar Raja Antoni.

Dilansir dari Antara, kelima program strategis tersebut meliputi digitalisasi layanan kehutanan, pengelolaan hutan berkeadilan, pengembangan hutan sebagai sumber ketahanan pangan, konservasi hutan sebagai paru-paru dunia, serta penerapan kebijakan Satu Peta (One Map Policy) guna memperjelas status lahan dan mendukung investasi hijau.

Menteri Kehutanan menekankan bahwa tata kelola yang transparan dan inklusif menjadi kunci untuk memastikan setiap kebijakan kehutanan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. 

Dalam sektor restorasi, Menteri Kehutanan tersebut menyoroti proyek rehabilitasi di Taman Nasional Way Kambas senilai 150 juta dolar AS yang berhasil menciptakan 750 lapangan kerja baru, menghasilkan nilai ekonomi hingga 450 juta dolar AS, serta melindungi habitat gajah Sumatera.

Lebih lanjut, Raja Antoni menjelaskan bahwa Indonesia tengah mengubah potensi ekonomi karbon hutan menjadi motor utama pertumbuhan hijau.

Melalui pengembangan pasar karbon yang inklusif dan terintegrasi secara global, Indonesia menargetkan menjadi pusat perdagangan karbon dunia.

Raja Antoni menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target nasional untuk menanam 10 juta hektare lahan kritis sebagai wujud nyata komitmen politik terhadap pemulihan ekosistem dan peningkatan daya serap karbon.

"Hutan bukan untuk dimiliki, tetapi untuk dijaga. Masa depan umat manusia bergantung pada bagaimana kita merawat hutan hari ini," tegas Raja Antoni. (*/lia) 

Editor : radar tuban digital
#Pusat perdagangan #ketahanan pangan #Menhut #solusi berbasis alam #Perubahan Iklim #lingkungan #pengelolaan lingkungan #ekonomi karbon #masyarakat #program strategis #kehutanan #ekosistem