RADARTUBAN - InaTEWS Jadi Teladan Dunia bukan sekadar ungkapan kebanggaan, tetapi fakta nyata yang kini diakui secara internasional.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi memperluas jangkauan teknologi kebencanaannya ke Timor Leste dengan meluncurkan Sistem Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami di Instituto de Geociências de Timor-Leste (IGTL), Dili.
Langkah ini menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya tangguh menghadapi bencana, tetapi juga mampu menularkan keahliannya ke tingkat regional.
Teknologi Indonesia Diterapkan di Negara Tetangga
Direktur Bidang Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, menjelaskan bahwa sistem yang dikembangkan di IGTL mengadopsi teknologi dan mekanisme Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS).
“InaTEWS selama ini menjadi model sistem peringatan dini regional dan berperan sebagai Tsunami Service Provider (TSP) bagi 28 negara pesisir Samudra Hindia, serta Pusat Informasi Gempabumi untuk 10 negara ASEAN,” ungkap Daryono.
Melalui kerja sama ini, Timor Leste memperoleh akses terhadap sistem deteksi cepat dan akurat yang sebelumnya terbukti efektif di Indonesia.
Dengan adanya sistem tersebut, masyarakat di kawasan rawan gempabumi kini dapat menerima peringatan dini Sistem Peringatan Tsunami lebih cepat dan tepat, sehingga meminimalkan risiko korban jiwa.
Kerja Sama Regional untuk Keselamatan Bersama
Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa kolaborasi antara Indonesia dan Timor Leste bukan sekadar simbol persahabatan, tetapi komitmen nyata untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana.
“Kerja sama ini bukan sekadar simbol persahabatan, tetapi komitmen nyata untuk melindungi masyarakat dari ancaman gempabumi dan tsunami,” ujarnya dalam sambutan di Dili.
Selain dukungan teknologi, Indonesia juga membantu peningkatan kapasitas sumber daya manusia di IGTL agar mampu mengoperasikan sistem secara mandiri.
Upaya ini sekaligus memperkuat kedaulatan Timor Leste dalam mengelola data kebencanaan, selaras dengan semangat “Early Warning for All & Early Action by All” yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk 2030.
Membangun Ketangguhan Kawasan Melalui Ilmu dan Teknologi
Sistem berbasis InaTEWS ini menjadi tonggak penting dalam memperluas jaringan mitigasi bencana di Asia Tenggara.
Selain sebagai penyedia teknologi, BMKG turut memastikan bahwa Sistem Peringatan Tsunami yang diterapkan dapat disesuaikan dengan kondisi geologi lokal Timor Leste, yang memiliki struktur sesar naik (thrust fault) dan rentan terhadap aktivitas seismik.
Presiden IGTL, Job Brites dos Santos, memberikan apresiasi tinggi kepada Indonesia.
“Sistem ini mencerminkan keberhasilan model diseminasi yang telah dijalankan di Indonesia. Ini tonggak penting bagi keselamatan publik Timor Leste,” ujarnya.
Dengan keberhasilan ini, InaTEWS Jadi Teladan Dunia bukan hanya jargon, melainkan bukti konkret bagaimana inovasi Indonesia berperan penting dalam menjaga keselamatan masyarakat lintas negara.
Sistem ini membuktikan bahwa kerja sama sains dan solidaritas kemanusiaan dapat menjadi benteng utama dalam menghadapi bencana global. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama