Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

YMT Desak Wali Kota Bandung Beri Kepastian Soal Masa Depan Kebun Binatang Bandung

Siti Rohmah • Senin, 13 Oktober 2025 | 16:03 WIB
Bandung Zoo di Kota Bandung.
Bandung Zoo di Kota Bandung.

RADARTUBAN - Ketua Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), John Sumampauw, mendesak Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, untuk segera memberikan kepastian terkait masa depan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) yang telah ditutup sejak 6 Agustus 2025.

“Segera beri ketegasan apakah Kebun Binatang Bandung akan dilanjutkan atau tidak. Kami butuh kepastian arah kebijakan ini,” ujar John kepada ANTARA di Bandung, Minggu.

John menuturkan, penutupan yang telah berlangsung lebih dari dua bulan itu berdampak langsung terhadap kelangsungan hidup sekitar 700 satwa dan operasional kebun binatang. Menurutnya, kondisi tanpa kejelasan tanggung jawab dapat menimbulkan konflik di kemudian hari.

“Satwa-satwa tetap harus dirawat, tapi sekarang tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas apa. Situasi seperti ini bisa memicu benturan antar pihak,” ujarnya.

Selain berdampak pada satwa, penutupan Bandung Zoo juga menyebabkan kerugian bagi sejumlah mitra kerja.

Mulai dari penyedia tiket daring, operator mobil listrik wisata, hingga pelaku UMKM yang memiliki kios di area kebun binatang.

“Kami punya beberapa kontrak kerja sama, seperti penyedia mobil listrik dan restoran di dalam area kebun binatang. Semua pihak ikut terdampak karena operasional terhenti,” jelas John.

Ia berharap Pemerintah Kota Bandung segera mengambil langkah konkret untuk membuka kembali Bandung Zoo demi keberlangsungan satwa dan kesejahteraan para pekerja.

“Kalau sampai ada satwa yang mati, siapa yang akan bertanggung jawab? Apalagi beberapa satwa merupakan pinjaman atau titipan dari pihak lain,” tegasnya.

John juga menampik anggapan bahwa permasalahan Bandung Zoo disebabkan oleh konflik internal di tubuh yayasan. 

Dia menyebut adanya tindakan sejumlah oknum yang tidak taat hukum dan menghambat proses administrasi dengan Pemerintah Kota Bandung.

“Masalahnya bukan konflik internal, tapi ulah oknum yang kerap melawan penegakan hukum dan mengganggu proses administrasi yang sah,” ujarnya.

Lebih lanjut, John menegaskan bahwa YMT berkomitmen menjalankan operasional Kebun Binatang Bandung secara transparan dan sesuai koridor hukum.

Pihaknya juga siap bekerja sama dengan Pemkot Bandung serta Kementerian Kehutanan untuk memastikan pemanfaatan aset negara dilakukan secara legal dan bertanggung jawab.

“Kami ingin Bandung Zoo tetap menjadi ruang edukasi, konservasi, dan rekreasi yang membanggakan masyarakat,” tutup John.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kebun binatang #wali kota #satwa #bandung zoo