Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dari Pesantren ke Publik: Mahfud MD Tawarkan Resep Sederhana Hadapi Krisis Moral

Bihan Mokodompit • Selasa, 14 Oktober 2025 | 01:09 WIB
Mahfud MD tekankan perlunya membangun kembali ajaran dasar seperti kejujuran dan kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari.
Mahfud MD tekankan perlunya membangun kembali ajaran dasar seperti kejujuran dan kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari.

RADARTUBAN - Dalam momentum Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Mahfud MD menawarkan resep sederhana untuk menghadapi krisis moral, yang menurutnya berakar pada nilai-nilai pesantren.

Mahfud menilai bahwa di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan digital, masyarakat perlu kembali menanamkan ajaran dasar seperti kejujuran dan kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari.

Mahfud menegaskan bahwa nilai-nlai pesantren bukan hanya milik santri, tetapi bisa menjadi fondasi moral bagi seluruh lapisan masyarakat.

Mahfud juga mengingatkan agar pejabat publik, tokoh masyarakat, hingga warga biasa menjadikan kejujuran sebagai pedoman dalam bertindak.

“Kalau bisa hidup sederhana saja, secukupnya dan ingat kamu harus hidup jujur. Kata orang Madura mun tak jujur ajur atau Kalau kamu ndak jujur hancur,” terang Mahfud.

Pesantren Sebagai Sumber Daya Moral Jawa Timur

Dalam orasinya, Mahfud menilai bahwa nilai pesantren merupakan kekuatan khas Jawa Timur yang dapat menjadi benteng menghadapi berbagai bentuk krisis moral publik.

Mahfud mendorong agar semangat kejujuran dan anti-tamak yang diajarkan di pesantren dihidupkan kembali dalam ruang publik dan birokrasi pemerintahan.

“Kalau kamu ndak jujur, nunggu waktu. Sekarang selamat, besok enggak. Coba lihat, banyak sekarang gejala kan? Orang yang kemarin gagal gitu-gitu itu, enggak jujur. Sekarang patron-nya sudah tidak ada, kucar-kacir, pada ketakutan. Nah, itulah yang diajarkan,” imbuhnya.

Menurut Mahfud, kejujuran dan kesederhanaan adalah nilai universal yang mampu memperkuat ketahanan moral bangsa.

Mahfud menyebut, dari pesantrenlah nilai-nilai itu tumbuh dan menjadi pedoman sosial yang terbukti ampuh menjaga harmoni masyarakat Jawa Timur.

Krisis Moral di Tengah Modernitas

Lebih lanjut, Mahfud MD menyinggung fenomena sosial saat ini yang menurutnya menunjukkan tanda-tanda krisis moral publik.

Mahfud mengkritik perilaku sebagian masyarakat yang terjebak dalam gaya hidup serba instan, konsumtif, dan mengabaikan nilai-nilai dasar yang dulu dijunjung tinggi.

Dalam konteks inilah, Mahfud MD tawarkan resep sederhana hadapi krisis moral dengan menegaskan pentingnya mengembalikan nilai pesantren ke tengah kehidupan publik.

Bagi Mahfud, kejujuran dan kesederhanaan bukan sekadar idealisme, melainkan kebutuhan nyata agar bangsa tetap memiliki arah moral yang kokoh.

Mahfud menilai bahwa jika nilai-nilai tersebut terus dijaga, Jawa Timur dapat kembali menjadi teladan nasional dalam menghadapi tantangan moral zaman.

Politikus berkebangsaan Indonesia itu, kemudian menutup pesannya dengan ajakan sederhana namun bermakna: membangun bangsa dengan hati yang bersih dan niat yang jujur. (*/lia)

Editor : radar tuban digital
#pejabat publik #Mahfud MD #kejujuran #Teladan #krisis moral #Nilai-nilai #arus modernisasi #hari jadi #fenomena sosial #kesederhanaan #pedoman #pesantren