Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tagar #BoikotTrans7 Meledak: Santri Murka, Tayangan XPOSE Dinilai Lecehkan Pesantren. Apa Penyebabnya?

Tulus Widodo • Selasa, 14 Oktober 2025 | 15:54 WIB
Episode Xpose Uncencored Trans7 menuai kecaman publik. Tayangan dinilai melecehkan kehidupan pesantren dan memicu tagar #BoikotTrans7
Episode Xpose Uncencored Trans7 menuai kecaman publik. Tayangan dinilai melecehkan kehidupan pesantren dan memicu tagar #BoikotTrans7

RADARTUBAN — Gelombang protes besar-besaran mengguncang jagat maya.

Tayangan salah satu episode program Xpose Uncencored milik stasiun televisi Trans7 memicu kemarahan publik, terutama dari kalangan pesantren dan para santri.

Tagar #BoikotTrans7 pun meledak di berbagai platform media sosial dan langsung menempati jajaran trending teratas.

Pemicu kemarahan itu bermula dari episode XPOSE berjudul provokatif “Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan di pondok?” yang dianggap melecehkan kehidupan pesantren.

Tayangan yang awalnya diduga kritik sosial tersebut justru dinilai menyudutkan dan tidak berimbang.

Baca Juga: Dari Pesantren ke Publik: Mahfud MD Tawarkan Resep Sederhana Hadapi Krisis Moral

Menyulut Reaksi Keras Publik

Cuplikan video yang tersebar di TikTok dan Instagram menyulut reaksi keras publik.

Bagi banyak orang, narasi dalam program tersebut bukan sekadar kritik, tapi sudah menyentuh ranah sensitif keagamaan.

Tayangan itu dianggap membangun stereotip negatif tentang kehidupan santri dan pondok pesantren—institusi yang selama ini dihormati dan punya peran penting dalam sejarah pendidikan Indonesia.

“Ini bukan sekadar konten. Tapi framing jahat yang merusak citra pesantren,” tulis akun X @opilengket.

Sementara akun @aden_ceng menyebut tayangan tersebut bukan informatif, malah provokatif.

”Tayangan Trans7 di Xpose Uncencored ini bukannya informatif, malah provokatif. Pesantren diframing salah, seolah tempat kekacauan," cuitnya.

Nada kekecewaan serupa muncul dari akun @mbakpao yang menulis: “Sakit hati banget!

Narasinya bukan lagi ke arah berita tapi lebih ke penghinaan! Yang belum pernah mondok nggak akan paham apa itu ngalap barokah!”

Tuntut Permintaan Maaf Terbuka

Desakan agar Trans7 segera bertanggung jawab makin bergema. Banyak warganet, terutama alumni dan santri pesantren besar seperti Pondok Pesantren Lirboyo, menuntut permintaan maaf terbuka dan klarifikasi resmi dari stasiun televisi tersebut.

“Silakan ditunggu i’tikad baiknya dari Trans7 kepada para masyayikh, alumni, dan santri Lirboyo,” tulis akun X Afdlillah El.

Kemarahan publik ini juga tak lepas dari sensitivitas isu pesantren yang beberapa waktu terakhir kerap “digoreng” oleh sejumlah pihak di media sosial.

Banyak kalangan menilai pemberitaan tentang santri sering kali tidak proporsional, cenderung menyudutkan, dan minim konfirmasi ke pihak pesantren.

Meski demikian, sebagian masyarakat mengingatkan bahwa kritik sosial tetap sah dilakukan, asalkan disampaikan secara etis dan menghormati nilai keagamaan.

“Kritik boleh, tapi jangan pakai narasi yang menghina,” tulis salah satu netizen.

Tunggu Keterangan Resmi Pihak TV

Hingga berita ini diturunkan, pihak Trans7 belum memberikan keterangan resmi atau permintaan maaf terbuka atas kontroversi tayangan XPOSE tersebut.

Desakan publik agar stasiun televisi itu menunjukkan tanggung jawab editorial terus membesar, sementara tagar #BoikotTrans7 kian menggema di jagat maya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#trans 7 #BoikotTrans7 #santri #Xpose Uncensored #kritik #pesantren