RADARTUBAN- Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) resmi mengumumkan penutupan sementara jalur pendakian mulai 13 Oktober 2025.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi TNGGP.
Banyak Sampah Ditinggalkan Pendaki
Penutupan ini dilakukan setelah pihak pengelola menemukan tumpukan sampah dalam jumlah besar di sejumlah titik pendakian.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu ekosistem alami dan keindahan kawasan taman nasional.
Pihak TNGGP menegaskan, penutupan sementara diperlukan untuk melakukan pembersihan menyeluruh dan perbaikan sistem pendakian agar lebih ramah lingkungan.
“Langkah ini diambil demi memastikan aktivitas pendakian ke depan berlangsung lebih aman, tertib, dan bebas dari permasalahan sampah,” tulis pihak TNGGP dalam keterangannya.
Baca Juga: 6 Jalur Pendakian Rinjani yang Ditutup Sementara Mulai 1 Agustus 2025
Wujudkan Konsep ‘Zero Waste’
Sebagai bagian dari langkah perbaikan, TNGGP akan menerapkan konsep ‘Zero Waste Hiking’, atau pendakian tanpa meninggalkan jejak sampah.
Konsep ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran para pendaki untuk membawa kembali sampah yang mereka hasilkan selama berada di gunung.
Program ini juga menjadi upaya jangka panjang untuk menjaga kelestarian alam Gunung Gede Pangrango yang selama ini menjadi salah satu destinasi favorit pendaki di Jawa Barat.
Jadwal Pembukaan Belum Ditetapkan
Hingga saat ini, pihak TNGGP belum memastikan kapan jalur pendakian akan kembali dibuka.
Pembukaan baru akan dilakukan setelah seluruh proses pembersihan dan evaluasi selesai.
Melalui kebijakan ini, pihak TNGGP berharap seluruh pendaki dapat lebih bertanggung jawab dan peduli terhadap kebersihan alam.
Gunung, menurut mereka, bukan sekadar tempat petualangan, tetapi juga ruang hidup yang harus dijaga bersama. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni