Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pasca Puluhan Siswa Keracunan Menu MBG, Dapur SPPG di Tulungagung Dihentikan

Siti Rohmah • Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:35 WIB

 

Salah satu siswa SMPN 1 Boyolangu yang mengalami keracunan MBG menjalani perawatan di Puskesmas Boyolangu.
Salah satu siswa SMPN 1 Boyolangu yang mengalami keracunan MBG menjalani perawatan di Puskesmas Boyolangu.

RADARTUBAN - Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, untuk sementara waktu dihentikan menyusul insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa usai menyantap hidangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Ana Septi Saripah, menjelaskan bahwa penghentian sementara ini dilakukan sebagai langkah antisipatif.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta penyelidikan epidemiologi guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

“Seluruh sampel makanan dan swab penjamah sudah kami kirim ke laboratorium, termasuk ke BBLK Surabaya dan RSUD dr. Iskak. Kami masih menunggu hasilnya untuk memastikan sumber gangguan pencernaan itu,” ujar Ana di Tulungagung.

Sebanyak 68 siswa dari SMPN 1 Boyolangu dan SDN 1 Tanggung dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan setelah mengikuti kegiatan MBG pada Senin (13/10).

Dari jumlah tersebut, 63 siswa mendapatkan perawatan di puskesmas, sementara lima lainnya dirujuk ke RSUD dr. Karneni Campurdarat.

“Hingga hari ini, sebagian besar siswa telah membaik. Sebanyak 59 siswa sudah diperbolehkan pulang, sementara delapan lainnya masih menjalani perawatan,” tambah Ana.

Dia juga memastikan bahwa seluruh biaya perawatan dan pengobatan para siswa akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Mekanismenya masih menunggu dari BGN,” ujarnya.

Dinas Kesehatan setempat telah mengirim sejumlah sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan, di antaranya nasi kuning, ayam kecap, irisan tomat, mentimun, buah salak, dan susu UHT.

Selain itu, tim surveilans juga melakukan pendataan terhadap siswa yang tidak mengalami gejala meskipun turut mengonsumsi makanan tersebut.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Tulungagung akan memperkuat edukasi kepada sekolah dan siswa mengenai pentingnya memastikan kelayakan makanan dalam program MBG.

“Jika makanan tercium basi atau berbau tidak wajar, sekolah berhak menolak dan segera melaporkannya. Kami juga akan memperkuat pengawasan melalui UKS dan guru pendamping,” tegas Ana.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#gizi #SDN #tulungagung #SPPG #Mbg #keracunan #surabaya