RADARTUBAN — Gengsi Pulau Dewata belum tergoyahkan. Dalam ajang bergengsi Condé Nast Traveller Readers’ Choice Awards 2025, Bali resmi dinobatkan sebagai Best Island in Asia 2025 dengan skor mencengangkan: 96,86 persen.
Bali mengalahkan deretan destinasi wisata kelas dunia lain seperti Lombok, Boracay, dan Phuket.
Pulau yang dikenal dengan pantai-pantainya yang eksotis, warisan budaya yang kuat, dan keindahan alam spiritual itu kembali membuktikan magnetnya di mata wisatawan global.
“Bali bukan sekadar destinasi, tapi pengalaman hidup,” tulis Condé Nast Traveller dalam rilisnya dikutip dari seasia.stats.
Lombok Bikin Kejutan, Sri Lanka Tempel Ketat
Peringkat dua tahun ini mencuri perhatian. Lombok—yang selama ini berada dalam bayang-bayang Bali—melonjak tajam dengan skor 94,86 persen.
Pulau ini disebut sebagai “rising gem” atau permata baru Asia berkat kombinasi panorama alam, ketenangan suasana, dan mulai matangnya infrastruktur pariwisata.
Sementara itu, Sri Lanka bertengger di posisi ketiga dengan skor 93,57 persen, disusul Boracay (Filipina) dan Koh Lanta (Thailand). Kelima besar ini menegaskan bahwa Asia Selatan dan Asia Tenggara tetap jadi poros wisata pulau tropis dunia.
Dominasi Asia Tenggara di 10 Besar
Enam dari sepuluh posisi teratas dikuasai pulau-pulau Asia Tenggara. Setelah Bali dan Lombok, Boracay, Koh Lanta, Koh Chang, Phuket, Koh Samui, Langkawi, dan Penang ikut menempati peringkat papan atas.
Daftar Top 10:
1. Bali – Indonesia (96,86 persen)
2. Lombok – Indonesia (94,86 persen)
3. Sri Lanka (93,57 persen)
4. Boracay – Filipina (92,65 persen)
5. Koh Lanta – Thailand (92,64 persen)
6. Koh Chang – Thailand (92,14 persen)
7. Langkawi – Malaysia (91,84 persen)
8. Phuket – Thailand (91,43 persen)
9. Koh Samui – Thailand (89,19 persen)
10. Penang – Malaysia (88,57 persen)
Dominasi ini menunjukkan konsistensi Asia Tenggara sebagai pusat pariwisata tropis dunia.
Kombinasi pantai pasir putih, laut biru jernih, keramahan masyarakat, serta kekayaan budaya menjadi magnet kuat wisatawan mancanegara.
Bali Masih Tak Tersentuh
Pencapaian Bali tahun ini bukan sekadar gelar prestisius, melainkan bukti keandalan pulau ini dalam menjaga kualitas wisata.
Meski menghadapi tantangan seperti over-tourism dan isu lingkungan, Bali tetap mempertahankan pamornya.
Menurut pengamat pariwisata, keberhasilan Bali bukan hanya soal alam, tapi juga kematangan ekosistem pariwisata: mulai dari seni budaya, penginapan, kuliner, hingga pengalaman spiritual.
Tantangan ke Depan: Jangan Terlena
Meski berada di puncak, tantangan Bali dan Lombok belum berakhir. Tekanan terhadap lingkungan, kapasitas infrastruktur, serta kebutuhan menjaga kualitas wisata menjadi pekerjaan rumah serius.
Jika tak diantisipasi, pesona ini bisa memudar cepat.
“Peringkat ini bukan akhir, tapi awal dari tanggung jawab besar,” ujar seorang analis pariwisata. “Bali dan Lombok harus mampu menyeimbangkan industri dengan keberlanjutan.”
Fakta Kunci
Skor Bali: 96,86 persen (tertinggi di Asia)
Lombok: posisi dua, 94,86 persen
Asia Tenggara dominasi 8 dari 10 besar
Penghargaan ini dirilis oleh Condé Nast Traveller, media pariwisata internasional terkemuka.
Penilaian didasarkan pada pengalaman wisatawan global.
Laporan ini memperlihatkan bukan hanya kemenangan Bali dan Lombok, tapi juga peta dominasi Asia Tenggara sebagai episentrum wisata tropis dunia.
Jika dikelola cerdas, status ini bisa jadi senjata strategis ekonomi pariwisata Indonesia di masa depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni