Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pacitan Bidik Investasi dan Peningkatan Infrastruktur untuk Wujudkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Maritim Jatim

Imanda Najwa Kirana Dewi • Jumat, 17 Oktober 2025 | 14:42 WIB
Indra Widya Agustina Dorong Pacitan Jadi Sentra Maritim Jawa Timur
Indra Widya Agustina Dorong Pacitan Jadi Sentra Maritim Jawa Timur

RADARTUBAN – Kabupaten Pacitan kian serius memantapkan langkah menuju pusat kelautan baru di selatan Jawa Timur.

Dengan garis pantai mencapai 70 mil dan hasil laut melimpah, daerah yang dikenal dengan sebutan “70 Miles Sea Paradise” ini perlahan menegaskan diri sebagai wilayah maritim dengan potensi besar.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrat, menyebut Pacitan memiliki modal kuat di dua sektor unggulan: perikanan dan wisata bahari.

“Pacitan ini penghasil tuna melimpah dan sudah diekspor ke luar negeri. Selain itu, budidaya benur atau bibit lobster juga terus berkembang,” ungkap Indra.

Salah satu ikon yang mencuri perhatian adalah Pantai Suge. Setiap malam, ribuan rakit budidaya lobster dengan lampu berkelap-kelip menerangi laut, menghadirkan pemandangan indah sekaligus menandakan ekonomi pesisir yang semakin hidup.

Indra menambahkan, harga lobster di Pacitan relatif murah dan segar karena langsung didapat dari nelayan. Ia menilai hal ini bisa menjadi daya tarik bagi sektor pariwisata dan investasi.

“Kami berharap investor, terutama di bidang perhotelan, mulai melirik Pacitan. Fasilitas penginapan masih minim, padahal potensi wisatanya luar biasa. Harga tanah juga masih sangat bersahabat,” katanya.

Namun, di balik potensi besar tersebut, para nelayan Pacitan masih menghadapi tantangan yang tak ringan.

Pendangkalan muara, keterbatasan cold storage, hingga minimnya alat tangkap modern masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera ditangani pemerintah daerah dan provinsi.

Selain itu, pelaku UMKM olahan hasil laut juga memerlukan pendampingan dan pelatihan pemasaran agar produk mereka — seperti tahu tuna, abon ikan, dan bakso laut — bisa bersaing di pasar nasional.

Indra menegaskan, peningkatan kapasitas nelayan dan UMKM menjadi kunci utama untuk mendorong nilai tambah ekonomi.

“Kalau hanya menjual bahan mentah, manfaatnya kecil. Tapi kalau diolah dan dikemas dengan baik, nilainya bisa berlipat. Ini yang ingin kami dorong,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat asal Pacitan, Indra juga memperjuangkan percepatan pembangunan infrastruktur agar akses ke wilayah tersebut semakin mudah.

“Perjalanan dari Surabaya ke Pacitan masih memakan waktu sekitar lima jam. Kami dorong usulan pemangkasan jalur agar wisatawan lebih cepat tiba,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat pesisir.

“Bagi nelayan, dihampiri dan didengarkan saja sudah sangat berarti. Itu bentuk penghargaan atas perjuangan mereka,” tuturnya.

Dengan dukungan kebijakan yang berpihak dan investasi yang tepat, Pacitan berpeluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi maritim di selatan Jawa Timur.

Keindahan alam dan kekayaan lautnya menjadikan daerah ini bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga masa depan baru bagi ekonomi pesisir Indonesia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#wisata #pacitan #UMKM #lobster #Jawa Timur #maritim #70 Miles of Sea Paradise