RADARTUBAN - Jawa Timur, Miniatur Indonesia yang beragam dan produktif, kini menghadapi tantangan besar dalam menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan iklim dan dinamika ekonomi global.
Provinsi dengan 48 gunung, lebih dari 500 pulau, serta ribuan desa ini memiliki potensi luar biasa di sektor pertanian Jawa Timur, namun di sisi lain, kesejahteraan petani masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.
Emil Dardak menyebut, “Jawa Timur adalah miniatur Indonesia yang beragam, produktif, dan penuh tantangan.”
Pernyataan ini mencerminkan semangat untuk terus memperkuat sektor pertanian dan peternakan yang menjadi tumpuan hidup jutaan masyarakat.
Pertanian Jawa Timur di Tengah Perubahan Iklim
Dalam upaya menjaga ketahanan pangan, pemerintah provinsi terus beradaptasi dengan kondisi iklim yang berubah.
Pola tanam yang bergeser dan ketersediaan air yang menurun mendorong pengembangan varietas tanaman tahan kekeringan serta perbaikan sistem irigasi agar lebih efisien.
Langkah-langkah ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga tentang keberlanjutan hidup petani di tengah kondisi alam yang semakin sulit diprediksi.
Selain infrastruktur, pemerintah juga mengedukasi petani agar lebih bijak menggunakan pestisida serta menjaga kesuburan tanah.
Dengan cara ini, pertanian Jawa Timur tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada keberlanjutan ekosistem yang menjadi fondasi utama produksi pangan daerah.
Dari Sawah ke Pasar: Mendorong Nilai Tambah bagi Ekonomi Petani
Guna memperkuat ekonomi petani, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong hilirisasi dan pengolahan hasil pertanian agar produk lokal memiliki nilai jual lebih tinggi.
Akses pasar diperluas, teknologi pertanian modern diperkenalkan, dan sistem digital mulai diadopsi untuk meningkatkan efisiensi.
Emil menilai, pertanian harus menjadi jalan menuju kesejahteraan, bukan sekadar cara untuk bertahan hidup.
“Pertanian harus bisa menjadi jalan menuju kesejahteraan, bukan sekadar bertahan hidup,” tegasnya.
Pandangan ini menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian Jawa Timur tidak hanya menyentuh aspek produksi, tetapi juga memberikan dampak nyata pada taraf hidup masyarakat.
Ketahanan Pangan dan Masa Depan Jawa Timur
Dengan sumber daya alam yang melimpah dan masyarakat yang tangguh, Jawa Timur, Miniatur Indonesia, memiliki peran strategis dalam memastikan ketahanan pangan nasional.
Pemerintah kini juga mendorong diversifikasi pangan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada beras, melainkan juga pada jagung, umbi-umbian, dan hasil ternak lokal.
Upaya ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga perubahan pola konsumsi dan pemberdayaan petani.
Jika dijalankan secara konsisten, langkah ini dapat memperkuat ekonomi petani sekaligus menjaga stabilitas pangan di masa depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni