RADARTUBAN – Belum setahun diperbaiki, aspal di Jalan Bogorejo, Kecamatan Merakurak depan Rumah Makan Trubus sudah ambyar lagi.
Lapisan hitam yang semestinya mulus kini menggembung dan terkelupas.
Material inilah yang menumpuk di bahu jalan. Kondisi ini membahayakan pengguna jalan.
Ruas jalur vital menuju jalur lingkar selatan (JLS) itu setiap harinya dilewati ratusan truk bertonase berat.
Kendaraan-kendaraan berat yang sebelumnya masuk kota tersebut dialihkan keluar kota melalui jalur nasional Tuban–Semarang dan Jalan Soekarno Hatta.
“Mungkin saja jalannya tidak kuat menahan beratnya beban truk-truk besar yang melintas,” ujar Suyatno, penjual minuman di tepi jalan itu. Dia mengaku ngeri tiap kali truk raksasa lewat di depan tokonya.
Siska Yufina, staf Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Jatim tak menampik bahwa dulu pihaknya yang mengaspal ruas jalan tersebut, namun sekarang bukan tanggung jawab institusinya.
“Awal kami tidak ada pekerjaan di jalan itu, tapi saat itu kami hanya membantu melapisi saja,” bebernya. Artinya, setelah pelapisan itu, perawatan dan tanggung jawab sepenuhnya beralih ke Pemkab Tuban.
Dikonfirmasi terkait kondisi jalan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP) Tuban Agung Supriyadi memastikan perbaikan segera dikerjakan.
“Akan diperbaiki oleh teman-teman bidang Bina Marga, Insyaallah minggu ini mulai dikerjakan,” ujarnya.
Menurutnya, agar tak terulang, perbaikan kali ini tidak lagi memakai aspal. “Nanti akan rigid beton,” kata dia.
Jalur Bogorejo, Kecamatan Merakurak sekarang ini jadi lintasan utama kendaraan berat setelah pengalihan arus dari Jalan Tuban–Semarang ke jalur selatan.
Tekanan beban berlebih membuat struktur aspal cepat rusak.
Di beberapa titik, kerusakan serupa mulai tampak ke arah perbatasan JLS.
Warga berharap perbaikan dilakukan total, bukan tambal cepat seperti sebelumnya.(fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama