RADARTUBAN - Presiden Prabowo Subianto, meminta agar beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) diprioritaskan untuk mahasiswa fakultas kedokteran.
Hal ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10), sebagai bagian dari upaya mengatasi kekurangan tenaga medis di Indonesia.
Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia mengalami defisit tenaga dokter yang sangat besar.
Kekurangan ini tidak hanya terjadi pada dokter umum tetapi juga pada dokter gigi dan spesialis lainnya.
Oleh karena itu, pemerintah harus memprioritaskan penambahan jumlah mahasiswa kedokteran serta penerima beasiswa LPDP yang fokus pada fakultas tersebut.
Prabowo juga menyatakan bahwa program cek kesehatan gratis yang dijalankan telah dimanfaatkan oleh sekitar 43 juta warga, dengan tujuan mendeteksi penyakit sejak dini.
Hasil temuan awal menunjukkan sebagian besar masyarakat ada masalah pada kesehatan gigi, yang mempertegas kebutuhan mendesak dokter gigi di tanah air.
Selain itu, Presiden menyebutkan bahwa negara-negara maju juga menghadapi kekurangan dokter, namun mampu mengatasi dengan membayar tinggi sehingga dapat menarik tenaga medis dari berbagai negara.
Indonesia harus melakukan langkah serupa secara sistematis melalui peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan kedokteran.
Prabowo pun mengusulkan penambahan anggaran dan jumlah beasiswa LPDP untuk pendidikan kedokteran, bahkan bersedia menambah dana dari efisiensi APBN dan dana hasil sitaan koruptor.
Sidang Kabinet ini menjadi momentum satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, di mana berbagai program dan janji kampanye dipaparkan, termasuk peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni