RADARTUBAN- Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Erick Thohir menegaskan, kepemimpinannya di Kemenpora bukan sekadar rotasi jabatan.
Ia membawa misi besar: membangun generasi muda berdaya saing global dan mengubah ekosistem olahraga nasional secara menyeluruh.
Dalam wawancara eksklusif di kanal YouTube REPUBLIKA Official, Erick menyampaikan langkah-langkah strategis yang akan menjadi fondasi utama menuju transformasi total di bidang pemuda dan olahraga.
Dari Pebisnis Internasional ke Arsitek Olahraga Nasional
Erick Thohir bukan sosok baru dalam dunia manajemen dan kepemimpinan. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Inter Milan, Presiden DC United, serta Ketua Panitia Asian Games 2018.
Selain itu, kiprahnya sebagai Menteri BUMN dikenal berhasil melakukan reformasi besar-besaran.
Kini, ia memadukan seluruh pengalaman tersebut untuk menjadikan Kemenpora sebagai motor penggerak visi Indonesia Emas 2045.
“Saya datang bukan untuk meneruskan kebiasaan lama, tetapi untuk membangun fondasi baru dan memastikan perubahan berjalan konsisten,” tegasnya.
Langkah Cepat di Lima Hari Pertama
Di awal masa jabatannya, Erick langsung tancap gas. Ia memimpin rapat konsolidasi dan menetapkan target kerja tiga bulan pertama, di antaranya:
- Merapikan struktur serta administrasi internal.
- Mengumpulkan blueprint dari Menpora sebelumnya agar program tidak berubah-ubah.
- Mengonsolidasikan program lintas kementerian untuk memastikan efisiensi dan kesinambungan.
“Kementerian ini tidak boleh hanya menjalankan rutinitas. Kemenpora harus menjadi penggerak perubahan nasional,” ujar Erick menegaskan.
Fokus pada Pengembangan Karakter Pemuda
Erick menilai, pemuda Indonesia membutuhkan ruang untuk aktualisasi diri, bukan sekadar terlibat dalam kegiatan seremonial.
Ia berencana menghidupkan kembali berbagai program pembentukan karakter seperti:
- Pramuka
- Palang Merah Remaja (PMR)
- Program kepemimpinan dan kewirausahaan berbasis aksi nyata
“Pemuda itu harus memimpin masa depan bangsa, bukan menjadi penonton,” kata Erick dengan tegas.
Ia memastikan, program Kemenpora akan bersinergi dengan kementerian lain agar tidak berjalan secara terpisah.
Menyelesaikan Ketimpangan Fasilitas Olahraga
Selain fokus pada pemuda, Erick juga menyoroti ketimpangan sarana olahraga di Indonesia.
Ia menggandeng Kementerian PUPR dan Kemendikbud untuk membangun fasilitas olahraga dari desa hingga pusat pelatihan nasional.
Salah satu langkah konkretnya adalah mengubah Youth Center di Cibubur menjadi Pusat Pelatihan Timnas, tempat atlet junior dan senior berlatih dalam satu ekosistem terpadu.
“Kalau atlet usia 13 tahun bisa melihat langsung latihan juara Olimpiade, itu akan menumbuhkan mimpi dan tekad untuk berprestasi,” ujarnya.
Akhiri Dualisme Federasi dan Fokus ke Prestasi
Erick Thohir juga mengambil langkah tegas untuk menghapus dualisme federasi olahraga yang selama ini menjadi penghambat prestasi nasional.
“Olahraga harus menyatukan bangsa, bukan jadi ajang rebutan kekuasaan,” katanya.
Ia menegaskan, FIFA telah memastikan tidak ada benturan kepentingan antara jabatannya sebagai Menpora dan Ketua Umum PSSI.
“Saya akan bersikap adil. Kemenpora tidak hanya fokus pada sepak bola. Kami akan mendorong 13–14 cabang olahraga unggulan untuk bersaing di level dunia,” tegasnya.
Sistem Bonus Terbuka dan Adil bagi Atlet
Menjawab keluhan dari atlet non-unggulan, Erick menyiapkan mekanisme pemberian bonus yang transparan dan berbasis prestasi.
Dengan sistem ini, setiap atlet akan mendapat penghargaan sesuai capaian, tanpa melihat popularitas cabang olahraganya.
Pesan untuk Generasi Z: “Mimpi Besar, Tapi Jalani Proses”
Di akhir wawancara, Erick mengirim pesan khusus untuk generasi muda.
“Jangan hanya bermimpi. Jalankan keseharian kalian sesuai mimpi itu. Mimpi besar tanpa aksi hanyalah angan-angan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tak sekadar menjalankan tugas formal sebagai menteri, melainkan motor perubahan nasional yang siap:
- Menyiapkan generasi muda berkarakter.
- Memperkuat sistem olahraga nasional secara profesional.
- Mengakhiri konflik federasi dan ketimpangan fasilitas.
- Membawa Indonesia ke panggung dunia melalui strategi jangka panjang yang terukur.
Menuju Indonesia Emas 2045
Dengan visi jangka panjang dan pendekatan berbasis aksi nyata, Erick Thohir sedang menanam fondasi masa depan Indonesia melalui sinergi antara pemuda dan olahraga.
Transformasi ini bukan sekadar slogan, melainkan langkah konkret menuju Indonesia yang unggul dan berdaya saing global. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni