Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tega! Suami di Aceh Ceraikan Istri Tiga Hari Sebelum Dilantik Jadi PPPK Setelah Bertahun Setia Mendukung

Asmaul Yuli Wijayanti • Kamis, 23 Oktober 2025 | 02:10 WIB
Seorang suami di Aceh tega ceraikan istri dan tinggalkan kedua anaknya, usai diterima sebagai pegawai PPPK
Seorang suami di Aceh tega ceraikan istri dan tinggalkan kedua anaknya, usai diterima sebagai pegawai PPPK

RADARTUBAN -  Kisah pilu datang dari Aceh. Seorang wanita bernama Melda Safitri (33), pedagang gorengan sederhana, harus menelan kenyataan pahit ketika diceraikan suaminya tiga hari sebelum pelantikan PPPK, pada 18 Agustus 2025 lalu.

Bukan karena perselingkuhan atau masalah besar, namun perceraian itu terjadi hanya karena sang suami marah tidak ada lauk makan di rumah.

Kisah ini viral di media sosial dan mengundang simpati banyak pihak, termasuk dari Gerakan Nasional Perlindungan Perempuan dan Anak (Germas PPA).

Pertengkaran Sepele Berujung Perceraian

Melda mengisahkan, peristiwa bermula ketika sang suami pulang dan mendapati tidak ada lauk di meja makan.

Amarah pun meledak, hingga keduanya terlibat adu mulut.

Di hari yang sama, sang suami keluar rumah bersama temannya hingga larut malam.

Pertengkaran kembali terjadi keesokan harinya. “Dia terus marah-marah dan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan. Saya tanya, kesalahan saya apa? Saya cuma bilang, kamu kan tidak kasih belanja, jadi apa yang saya masak?” tutur Melda.

Merasa lelah dengan pertengkaran yang tak berujung, Melda memilih menenangkan diri dengan mencuci piring.

Namun, sang suami justru membereskan pakaiannya dan meminjam motor tetangga.
Setelah kembali, pria itu langsung menjatuhkan talak tiga.

“Dia bilang, ‘Kamu Melda Safitri saya ceraikan satu, dua, tiga,’ lalu pergi bawa bajunya,” ucap Melda mengenang.

Setia dari Nol, Ditinggal Saat Sukses

Ironisnya, menurut Melda, suaminya menceraikannya setelah resmi diterima sebagai pegawai PPPK.

Padahal selama ini, ia yang berjuang menafkahi keluarga dengan berjualan gorengan dan minuman seribuan di depan rumah.

Bahkan, baju korpri yang dikenakan suami saat seleksi PPPK dibelinya dari hasil dagangan.

“Dulu kami susah bersama, tapi begitu dia diterima PPPK, malah saya yang ditinggalkan,” ujarnya lirih.

Kini, Melda harus bertahan hidup seorang diri mengurus dua anaknya.

Ia tetap berjualan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan mereka, meski sempat terpukul dengan peristiwa tersebut.

Upaya Mediasi Gagal, Suami Tetap Bersikeras

Pasca perceraian, kedua keluarga sempat melakukan mediasi yang disaksikan kepala desa. Namun upaya itu gagal.
“Sudah coba didamaikan, tapi dia tetap mau cerai,” kata Melda.

Kisah pilu ini kemudian menyebar di berbagai platform media sosial dan menjadi sorotan publik, banyak yang mengecam sikap sang suami yang dianggap tidak berperikemanusiaan.

Germas PPA Siap Beri Pendampingan

Menanggapi kasus tersebut, Wakil Ketua Umum Germas PPA, Rica Parlina, menyatakan pihaknya siap memberikan pendampingan hukum dan psikologis bagi Melda serta kedua anaknya.

“Untuk Ibu Fitri (Melda Safitri), kami siap mendampingi. Korwil Aceh Germas PPA akan segera menemui beliau. Kami akan berjuang bersama AMSA dan pihak terkait agar suaminya mendapat pelajaran yang setimpal,” ujar Rica dikutip dari Tribunnews.

Ia menegaskan, Germas PPA akan terus mengawal kasus ini hingga Fitri dan anak-anaknya mendapatkan keadilan serta perlindungan yang layak.

Dari Kisah Melda, Cermin Ketegaran Perempuan

Kisah Melda bukan hanya tentang perceraian, tetapi juga tentang ketegaran seorang ibu yang tetap berdiri tegak di tengah kepahitan hidup.

Ia membuktikan bahwa kekuatan perempuan tidak diukur dari siapa yang mendampingi, melainkan dari kemampuannya bangkit demi anak-anak yang ia cintai. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pertengkaran #pedagang gorengan #pelantikan pppk #pegawai PPPK #aceh #perceraian