Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Longsor Maut di Klumpit Tuban Membuka Jejak Tambang Kuarsa Ilegal Diduga Milik Anggota DPR RI

Andreyan (An) • Kamis, 23 Oktober 2025 | 00:28 WIB
Polisi bersama warga mendatangi lokasi penambangan pasir kuarsa di Desa Klumpit, Kecamatan Soko setelah menewaskan seorang warga setempat, kemarin (21/10).
Polisi bersama warga mendatangi lokasi penambangan pasir kuarsa di Desa Klumpit, Kecamatan Soko setelah menewaskan seorang warga setempat, kemarin (21/10).

RADARTUBAN – Tragedi maut di lahan perbukitan Desa Klumpit, Kecamatan Soko, membuka tabir kelam aktivitas tambang pasir kuarsa.

Tiga warga setempat tertimbun longsoran, Senin (20/10). Satu di antaranya tewas di tempat.

Kini, standar operasional prosedur (SOP) dan izin penambangan di lokasi itu disorot publik.

Dari lokasi kejadian, polisi tak menemukan satu pun alat keselamatan kerja.

Hanya cangkul, sekop, kaus putih, dan celana jeans milik salah satu korban yang tersisa di dekat tebing runtuh.

“Berdasarkan barang bukti yang diamankan, diduga korban melakukan penggalian pasir secara manual,” ujar Kasi Humas Polres Tuban Iptu Siswanto, kemarin (21/10).

Lokasi tambang berada di kawasan Agro Park Klumpit. Persisnya, di atas lahan milik Jazilul Fawaid, anggota DPR RI asal Gresik.

Dikonfirmasi terkait izin dan SOP penambangan, polisi belum bicara banyak.

“Proses penyelidikan masih dilakukan, kita tunggu saja hasilnya nanti,” kata perwira berpangkat balok dua di pundak itu.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, kejadian sekitar pukul 07.00 itu bermula ketika tiga warga, Kundori (42), Kasmidin (45), dan Solekan (46) menggali pasir di lereng bukit.

Ketika mereka beraktivitas, tanah di atasnya ambrol.

Kundori tertimbun dan tewas di tempat. Dua rekannya hanya mengalami luka-luka.

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum berangkat, Kundori sempat berpamitan kepada keluarga untuk ke kebun memelihara tanaman.

“Keluarga (Kundori, Red) sempat terkejut lantaran mengetahui korban meninggal dunia di area penambangan pasir kuarsa,” kata Siswanto. (an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Klumpit #gresik #ilegal #tambang #DPR RI #Soko