RADARTUBAN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali menghijau setelah tertekan beberapa hari terakhir.
Dibuka rebound 27,33 poin atau naik 0,34 persen ke posisi 8.179,88 pada sesi I perdagangan Kamis (23/10), indeks acuan bursa domestik itu bergerak di rentang 8.179–8.262.
Namun sorotan utama bukan cuma pada IHSG yang bangkit, melainkan dua saham milik konglomerat energi asal Kalimantan, Haji Isam, yang ngamuk di awal sesi.
Data RTI Business menunjukkan, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) melonjak 20 persen ke level Rp 4.680, sementara PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) terbang 19,8 persen ke Rp 18.000, menyentuh batas auto rejection atas (ARA).
Baca Juga: IHSG Meledak ke 8.230! Bursa Lokal Bangkit Setelah Tekanan Global Mereda
JARR-PGUN Menembus Daftar Top Gainers
Dua saham itu langsung menembus daftar top gainers dan menyita perhatian pelaku pasar sejak bel pembukaan.
Aksi beli masif di kedua saham emiten yang dikenal berafiliasi dengan grup Jhonlin itu menjadi pemantik sentimen positif di tengah tren wait and see investor menjelang akhir pekan.
“Volume beli di JARR dan PGUN meningkat signifikan, menandakan ada dorongan kuat dari pelaku pasar domestik,” ujar seorang analis pasar modal yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, perdagangan di awal sesi terpantau cukup aktif. Sebanyak 313,93 juta saham berpindah tangan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 251,77 triliun dari 32.630 kali transaksi.
Dari total tersebut, 229 saham naik, 91 saham turun, dan 274 saham stagnan.
Tak hanya saham Haji Isam yang menggeliat, tiga saham lain juga ikut mencuri perhatian di papan atas penguat:
- PT PP Presisi Tbk (PPRE) naik 18,1 persen ke harga Rp 137 per lembar saham.
- PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menanjak 15,74 persen ke Rp 625
- PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) melesat 14,05 persen ke Rp 422
Ingatkan Potensi Koreksi Jangka Pendek
Meski IHSG terlihat kembali hijau, analis Reliance Sekuritas justru mengingatkan potensi koreksi jangka pendek.
Dalam riset terbarunya, Reliance menilai pergerakan IHSG masih dibayangi tekanan teknikal.
“Candle terakhir IHSG berbentuk black spinning top, masih di atas MA5 dan MA20. Namun indikator Stochastic menunjukkan dead cross. Dengan demikian, IHSG hari ini diprediksi melemah,” tulis Reliance Sekuritas dalam riset harian mereka.
Adapun rentang pergerakan IHSG hari ini diproyeksikan berada di support 8.089 dan resistance 8.225. Reliance juga merekomendasikan saham MEDC, ENRG, INKP, dan LSIP sebagai pilihan bagi investor harian.
Meski begitu, di tengah potensi teknikal koreksi, dua saham Haji Isam justru membuktikan diri masih punya daya ledak tinggi.
“Pasar bisa lesu, tapi kalau JARR dan PGUN sudah mulai panas, seolah seluruh bursa ikut ikut bergairah,” celetuk seorang trader di kawasan Sudirman sambil memantau ticker. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni