RADARTUBAN — Sebuah momen penuh haru menyentuh hati publik setelah video yang diunggah akun Instagram @tante.rempong.official menampilkan ketulusan cinta seorang suami kepada istrinya di tengah musibah kecelakaan lalu lintas.
Dalam rekaman berdurasi singkat itu, tampak sang suami tetap berusaha menggendong istrinya yang terluka, meski tubuhnya sendiri juga penuh darah dan luka akibat kecelakaan yang mereka alami.
Tindakan Spontan yang Menggugah Emosi
Video tersebut memperlihatkan bagaimana naluri dan cinta seorang suami begitu kuat, bahkan dalam kondisi yang serba sulit.
Tanpa memedulikan rasa sakit, ia tetap mengutamakan keselamatan istrinya dengan berusaha membawanya menjauh dari lokasi kecelakaan.
Aksi penuh kasih ini sontak menyentuh hati banyak warganet yang menontonnya.
“Terima kasih suami baik,” tulis akun @mariahelena_purba.
“Gak perlu jadi Raisa dan Clarasinta, ternyata masih ada laki-laki baik untuk wanita yang beruntung,” tambah @fajarlestari24.
Dihujani Pujian dan Doa dari Warganet
Unggahan tersebut langsung viral di media sosial, dan kolom komentar dipenuhi pujian serta doa dari masyarakat.
Banyak yang menilai tindakan sang suami sebagai simbol cinta sejati dan pengorbanan dalam rumah tangga.
“Berita kek gini mending dibanyakin, daripada kasus negatif terus. Orang buka medsos biar terhibur, bukan stres,” tulis @novtsw.
“The real laki-laki sejati,” tulis akun @iwananino.
Simbol Cinta Sejati di Tengah Musibah
Dalam keterangan unggahan tersebut tertulis, “Dia selalu mengutamakan istrinya,” menggambarkan betapa besar rasa kasih dan tanggung jawab sang suami terhadap pasangannya.
Aksi heroik ini dianggap sebagai bentuk cinta tulus, keberanian, dan pengorbanan yang jarang terlihat di tengah situasi darurat seperti kecelakaan.
Unggahan ini pun menuai banyak dukungan dan doa dari masyarakat agar pasangan tersebut segera mendapatkan penanganan medis dan pulih dari luka-luka yang dialami.
Sikap mulia sang suami menjadi pengingat bahwa cinta sejati tidak hanya terlihat dalam kebahagiaan, tetapi juga dalam kesetiaan menghadapi penderitaan bersama. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni