Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bukan Hanya Angka, Ini Gaya Komunikasi 'Ceplas-Ceplos' Menkeu Purbaya yang Dinilai Mampu Gerakkan Ekonomi Rakyat

Erlina Alfira Qurrotu Aini • Jumat, 24 Oktober 2025 | 16:50 WIB
Menteri Keuangan Indonesia Dr. Purbaya Yudhi Sadewa, S.T., M.Sc., Ph.D.
Menteri Keuangan Indonesia Dr. Purbaya Yudhi Sadewa, S.T., M.Sc., Ph.D.

RADARTUBAN – Dampak dari gaya komunikasi seorang pejabat publik ternyata jauh melampaui sekadar penyampaian pesan.

Menurut Pakar Komunikasi Publik, Ipang Wahid, gaya komunikasi yang tepat dan otentik dapat menjadi mesin pendorong percepatan pertumbuhan ekonomi rakyat Indonesia, setidaknya hingga tahun 2026.

Dalam podcast podcast kita kasi solusi di kanal YouTube kasisolusi pada Jumat (17/10), Ipang Wahid menyoroti bagaimana Menteri Keuangan ke-31, Purbaya Yudhi Sadewa muncul dengan pendekatan komunikasi yang berbeda dan dianggap sangat efektif untuk dekat dengan masyarakat.

Menteri Purbaya dikenal tampil dengan gaya bicara yang apa adanya dan ceplas-ceplos, jauh dari kesan formal dan seremonial yang melekat pada kebanyakan pejabat.

Gaya yang natural dan sederhana ini dinilai mampu menciptakan kesan dekat dengan masyarakat, sehingga program-programnya mendapat dukungan luas dari masyarakat.

“Manfaat komunikasi bukan hanya menyampaikan pesan, tapi menggerakkan hati dan pikiran masyarakat agar bersama-sama membangun negara,” ungkap Ipang Wahid.

Pendekatan ini sangat penting, terutama saat menyampaikan program ekonomi mikro pemerintah, seperti Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa, yang semuanya berperan vital dalam pemberdayaan UMKM dan keluarga pekerja lokal.

Agar pesan tersampaikan sempurna, Menteri Purbaya sering menggunakan analogi yang mudah dicerna, seperti menggunakan "bahasa bayi atau bahasa bubur" yang dapat mudah ditelan dan diingat. Misalnya, program MBG diibaratkan sebagai fondasi rumah yang menopang pertumbuhan masa depan anak bangsa.

Sementara itu, Sekolah Rakyat adalah tembok yang berfungsi membentuk karakter, dan Koperasi Desa dianggap sebagai jendela serta pintu yang menghubungkan ekonomi desa dengan pasar yang lebih luas.

Menggunakan cara ini, topik berat sekalipun dapat menjadi ringan dan menginspirasi.

Ipang Wahid juga menekankan bahwa komunikasi yang efektif bukan hanya soal isi pesan, tetapi juga cara penyampaian yang kreatif dan sederhana.

Hal ini memastikan program pemerintah tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga diterima dan didukung oleh masyarakat luas.

Untuk mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan umum bagi para pembicara publik, kuncinya adalah mempersiapkan diri dengan baik dan fokus utama pada pesan yang ingin disampaikan, alih-alih terlalu memikirkan kesempurnaan penampilan.

Dengan komunikasi yang tepat dan konten yang relatable (mudah dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari), efek ekonomi dari perputaran uang yang dihasilkan program-program ini sangat besar, berdampak langsung pada kesejahteraan puluhan ribu keluarga.

Untuk mencapai target ekonomi rakyat yang lebih baik, sinergi antara program pemerintah dan komunikasi publik yang efisien adalah mutlak.

Komunikasi yang jujur, apa adanya, dan menggugah dapat membuat masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam perputaran ekonomi yang berkelanjutan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#menteri keuangan #Purbaya Yudhi Sadewa #pakar komunikasi #ipang wahid