RADARTUBAN — Kasus kematian Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang diduga menjatuhkan diri dari lantai 4 Gedung FISIP, terus menjadi perhatian publik.
Seiring meningkatnya sorotan, berbagai kabar simpang siur dan berita hoaks mulai beredar luas di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Sharon, ibunda Timothy, akhirnya muncul ke publik untuk memberikan klarifikasi dan meluruskan sejumlah isu yang beredar.
Klarifikasi Terkait Rekaman Suara Menangis
Dalam wawancaranya bersama Denny Sumargo melalui kanal podcast miliknya, Sharon membantah keras isu tentang rekaman suara menangis yang diklaim sebagai suara Timothy.
“Nggak itu, nggak ada. Itu rekaman dari mana saya juga nggak tahu,” tegas Sharon.
Ia mengaku memang pernah mendengar rekaman suara yang dimaksud, namun dirinya yakin sepenuhnya bahwa suara tersebut bukanlah suara sang putra.
Bantahan Soal Video CCTV yang Beredar
Selain soal rekaman suara, Sharon juga menyoroti video CCTV yang viral di media sosial dan dikaitkan dengan momen sebelum Timothy meninggal dunia.
Dalam video tersebut, terlihat sosok laki-laki berjalan di lorong gedung, sementara beberapa orang tampak berusaha menghentikannya.
Publik kemudian berspekulasi bahwa sosok tersebut adalah Timothy.
Namun Sharon menegaskan bahwa sosok dalam video CCTV itu bukanlah Timothy, bahkan lokasi dalam rekaman tersebut bukan di lingkungan kampus Universitas Udayana.
“Aduh, di mana-mana ada video CCTV Timy yang kelihatannya lari ke lantai 2. Even itupun bukan di kampus Udayana itu,” ujar Sharon.
Sharon Imbau Publik Tidak Sebar Informasi Hoaks
Sharon berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan kasus kematian putranya.
Ia menilai banyak konten di media sosial yang telah menggiring opini publik secara keliru dan tanpa dasar yang jelas.
Kasus meninggalnya Timothy masih menyisakan banyak tanda tanya dan menjadi perhatian masyarakat luas.
Sementara itu, pihak keluarga meminta agar publik menghormati proses hukum dan menjaga privasi keluarga di tengah situasi duka.