RADARTUBAN – Perlakuan mengejutkan datang dari ibunda Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Universitas Udayana yang meninggal dunia akibat menjatuhkan diri dari lantai 4 gedung FISIP UNUD.
Pertemuan dengan Salah Satu Pelaku
Mengetahui sang anak mendapatkan perlakuan perundungan dari 11 mahasiswa lintas fakultas Unud, Sharon, ibunda Timothy, mengaku ada satu pelaku yang datang ke rumah duka bersama ibunya. Ia adalah Vito Simanungkalit.
“Waktu hari Sabtu, dari Vito dan orang tuanya itu minta untuk ketemu saya gitu. Nah, karena besoknya hari Minggu jadi saya bilang ‘atau ketemu di gereja aja, saya mau kebaktian jam setengah 10 gitu’,“ kata ibu Timothy di YouTube Curhat Bang Denny Sumargo.
Sikap Mengejutkan Sang Ibu
Namun, pengakuan mengejutkan justru terucap dari mulut Sharon. Alih-alih marah atau menghakimi, Sharon justru ingin menganggap Vito seperti anak sendiri.
Baca Juga: Misteri Kematian Mahasiswa Unud Timothy Anugerah: Diduga Lompat dari Gedung, Ayah Minta Keadilan
“Kamu saya kenai wajib lapor sama saya, tante sudah enggak punya anak lagi, jadi kamu sekarang harus jadi anak Tante. Tante ingin lihat komitmen kamu untuk jadi orang yang lebih baik, untuk kamu bawa spiritnya Timmy ini, bagaimana dia selama ini menjalani hidupnya,“ jelas Sharon.
Ingin Vito Berubah Jadi Pribadi Lebih Baik
Menurut keterangan Sharon, Vito hanya tinggal bersama sang ibu dan sudah tidak memiliki seorang ayah.
Dari situ, Sharon ingin agar setiap kali Vito mengabari ibunya, ia juga mengabari dirinya.
“Kemudian tante ingin kalau kamu meng-update mamamu, ternyata dia sudah enggak ada papanya. Jadi kalau kamu meng-update mamamu, ingat kamu punya mama satu lagi, ini yang perlu di-update juga,“ ucap Sharon.
Tuai Pujian Publik
Tujuan Sharon melakukan hal tersebut adalah agar Vito dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Sontak, sikap ibunda Timothy tersebut menuai sorotan dan pujian publik. Banyak yang menyebut bahwa Sharon memiliki hati yang sangat luas, karena lebih memilih untuk memaafkan dan bahkan mengangkat pelaku yang diduga membully anaknya menjadi anak angkat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni