Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sumber Air Aqua Terungkap Usai Sidak Dedi Mulyadi di Pabrik Subang, Perusahaan Beri Klarifikasi

Siti Rohmah • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 15:50 WIB
Dedi Mulyadi ketika melakukan sidak di sebuah pabrik air mineral di kawasan Subang
Dedi Mulyadi ketika melakukan sidak di sebuah pabrik air mineral di kawasan Subang

RADARTUBAN - Sumber air mineral merek Aqua menjadi bahan perbincangan publik setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik PT Tirta Investama (Aqua) di Subang.

Rekaman video sidak tersebut diunggah Dedi melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu, 22 Oktober 2025, dan segera viral di media sosial.

Dalam kunjungannya, Dedi terkejut ketika mengetahui bahwa air yang digunakan untuk produksi Aqua ternyata berasal dari sumur bor.

Hal itu terungkap setelah ia menanyakan langsung kepada perwakilan perusahaan yang mendampinginya berkeliling pabrik.

Pihak perusahaan menjelaskan bahwa sumber air Aqua berasal dari beberapa titik sumur di sekitar kawasan pabrik.

Ketika Dedi menanyakan apakah air tersebut diambil dari bawah tanah menggunakan teknik pemboran, pihak perusahaan membenarkannya. “Iya, di bor, Pak,” jawab perwakilan perusahaan dalam video tersebut.

Menanggapi penjelasan itu, Dedi mengingatkan potensi dampak lingkungan yang bisa muncul akibat eksploitasi air tanah dalam, seperti pergeseran tanah dan risiko longsor.

“Ngefek enggak sih buat lingkungan? Atau nunggu longsor?” ujarnya dalam video.

Setelah meninjau pabrik, Dedi juga berdialog dengan warga sekitar lokasi.

Ia menanyakan apakah masyarakat sekitar telah menerima manfaat sosial atau bantuan dari keberadaan pabrik Aqua di wilayah mereka.

Beberapa warga mengaku belum pernah mendapatkan manfaat apa pun dari perusahaan tersebut.

“Padahal si Ibu tadi ceritanya bagus banget,” kata Dedi menanggapi jawaban warga.

Dedi berjanji akan memfasilitasi koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan agar masyarakat sekitar turut merasakan manfaat dari aktivitas industri air minum kemasan itu. “Iya nanti kita selesaikan ya,” ujarnya.

Sementara itu, PT Tirta Investama (Aqua) melalui keterangan resmi di laman perusahaan menegaskan bahwa air yang digunakan dalam produksinya bukan berasal dari sumur bor biasa.

Aqua menjelaskan bahwa sumber airnya berasal dari akuifer dalam di kawasan pegunungan, bukan dari air tanah dangkal atau permukaan.

Aqua menyebutkan, air dari akuifer dalam tersebut diambil dari kedalaman antara 60 hingga 140 meter, yang terlindungi secara alami oleh lapisan batuan kedap air.

Seluruh proses pengambilan, kata pihak perusahaan, telah melalui kajian ilmiah, perizinan resmi, dan pengawasan ketat dari instansi pemerintah terkait.

“Sebagai pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia, Aqua berkomitmen menjaga kualitas dan kemurnian air yang kami hadirkan kepada masyarakat,” tulis keterangan resmi perusahaan.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#sumber air #Dedi Mulyadi #aqua #subang #Sumur Bor #gubernur jawa barat