RADARTUBAN – Kebijakan larangan anak-anak memainkan game Roblox yang dikeluarkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk memilih permainan yang sesuai dengan usia anak.
Langkah ini dianggap sebagai upaya perlindungan terhadap anak dari paparan konten digital yang tidak pantas dan berisiko bagi perkembangan mereka.
Roblox merupakan platform permainan daring yang populer, memungkinkan penggunanya menciptakan dan memainkan berbagai jenis game hasil kreasi komunitas.
Namun, tidak semua konten di Roblox aman untuk anak-anak.
Beberapa permainan dapat mengandung unsur kekerasan, interaksi sosial yang tidak terawasi, serta potensi pelanggaran privasi.
Baca Juga: Main Roblox Kok Dibilang Nggak Produktif? Nih, Kata Jerome Polin Soal Cara Belajar Gen Alpha!
Psikolog klinis dan konselor sekolah, Rut Eli Hadadsha, mengingatkan bahwa risiko tersebut tidak boleh diabaikan, sehingga pengawasan orang tua menjadi sangat krusial.
Dalam siaran pers pada akhir Oktober 2025, Rut Eli menyatakan ada kemungkinan konten di dalam Roblox berisi kekerasan atau materi yang tidak cocok untuk anak-anak.
"Sehingga pengawasan dari orang tua sangatlah penting," tulis dia.
Kebijakan larangan ini dapat menjadi langkah awal untuk melindungi anak-anak dari konten berisiko.
Namun, di sisi lain, diperlukan edukasi digital yang lebih intensif bagi orang tua agar mampu mengawasi aktivitas anak di dunia digital secara sehat.
Psikolog Rahma Dianti menambahkan bahwa tidak semua permainan cocok untuk setiap tahap usia, karena setiap anak memiliki perkembangan kognitif, emosional, dan sosial yang berbeda.
Untuk anak usia Sekolah Dasar, permainan seperti puzzle edukatif atau permainan olahraga yang mengandung aturan dan nilai sportivitas lebih dianjurkan.
Sementara untuk remaja, permainan yang melatih empati dan kemampuan pengambilan keputusan dapat lebih bermanfaat.
Oleh karena itu, aturan usia pada game, termasuk Roblox yang direkomendasikan untuk anak usia 13 tahun ke atas agar dapat mengakses semua fiturnya.
Sehingga harus mendapat perhatian serius dari orang tua dan pengawas anak.
Larangan bermain Roblox menjadi momentum agar keluarga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendampingan dalam memilih konten digital sesuai usia anak.
Tidak hanya berhenti pada larangan, bimbingan aktif oleh orang tua menjadi kunci utama dalam memastikan pengalaman bermain game yang sehat dan aman bagi anak-anak. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama