RADARTUBAN – Mesin motor mendadak brebet. Tenaga hilang. Padahal, baru saja diisi bahan bakar.
Itulah keluhan yang belakangan ramai di kalangan warga Tuban. Termasuk di media sosial. Bahan bakar jenis pertalite diduga jadi pemicunya.
Beberapa pengguna motor mengaku was-was setelah mengisi pertalite di sejumlah SPBU sekitar perkotaan Tuban. Mereka curiga kualitas BBM hijau terang itu menurun.
Tina Rani, warga Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, salah satunya. Motornya tiba-tiba ngadat, Minggu (26/10) setelah diisi pertalite pada malam sebelumnya.
“Tidak tahu kenapa seperti ini, padahal biasanya normal dan tidak terjadi masalah setelah isi BBM,” ujarnya kepada Radar Tuban, kemarin (26/10).
Tina mengaku selalu mengisi motornya dengan BBM RON 90 itu, namun baru kali ini motornya rewel. “Biasanya nggak pernah seperti ini,” keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan Hartono. Dia merasakan perubahan aneh pada motornya beberapa jam setelah isi bensin.
Pria yang ditemui di Jalan Pahlawan, Tuban itu mengaku motornya selama ini tidak pernah bermasalah setelah diisi BBM.
‘’Mungkin setelah ini saya memilih BBM jenis pertamax untuk lebih amannya,” tuturnya.
Hartono mengakui, keluhan yang sama banyak menimpa pemilik motor lainnya. “Kalau dibiarkan, masyarakat bisa rugi. Motor jadi sering bermasalah,” tegasnya yang berharap tindak lanjut dari pemerintah.
Johan, petugas SPBU 54.623.05 Sleko Tuban, mengaku hanya menjalankan tugas menyalurkan bahan bakar dari Pertamina.
“Untuk konfirmasi lebih jelasnya lebih baik langsung ke Pertamina saja. Sebab, hal teknis lainnya seperti jumlah kandungan dalam bahan bakar tentunya pihak Pertamina yang lebih paham,” ujarnya singkat.
Menurut pantauan Jawa Pos Radar Tuban, sehari kemarin, terlihat sejumlah motor brebet di sejumlah ruas jalan protokol di Tuban.
Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menuturkan, pihaknya baru menerima laporan dan langsung menurunkan tim untuk memeriksa langsung kondisi di lapangan.
"Kami akan melakukan pengecekan lebih dulu di lapangan. Kami belum bisa memastikan hal ini berkaitan dengan program percampuran pertalite dengan etanol," terangnya.(saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama