RADARTUBAN – Targetnya beroperasi Juni 2026, namun pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban mulai dibangun minggu ini.
Pantauan Jawa Pos Radar Tuban di area pembangunan di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Kamis (23/10), terlihat petugas Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai menancapkan alat sondir dan bor di beberapa titik.
Uji tanah merupakan langkah awal menentukan seberapa kuat fondasi gedung yang dibangun pada lahan seluas tujuh hektare milik Pemkab Tuban itu.
“Pengambilan sampel (tanah, Red) ini untuk mencari kekerasan tanah yang nantinya akan berpengaruh terhadap rencana desain atau pondasi pada konstruksi gedung SR sebelum dibangun,” ujar David Sholahudin, koordinator tim lapangan Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Jatim.
David menjelaskan, pengujian mencakup pengeboran di lima titik dan pengukuran sondir di tujuh titik.
“Pengukuran sondir dilakukan untuk mengetes ketahanan dan struktur tanah sebelum pembangunan dimulai,” tambahnya.
Pekerjaan lapangan dikebut. Proses pengujian dijadwalkan hanya dua pekan, mulai Senin (20/10) hingga Sabtu (31/10).
“Kami hanya diberikan waktu dua pekan. Berdasarkan petunjuk dari pusat, pembangunannya akan dimulai awal Desember mendatang,” ujarnya.
Jika alat berat benar-benar turun awal Desember, Kementerian PU hanya punya waktu tujuh bulan untuk merampungkan gedung baru sebelum tahun ajaran 2026/2027 dimulai.
Target ini bukan isapan jempol. Dalam kunjungan Agustus lalu, Sekretaris Ditjen Perlindungan Sosial (Linjamsos) Kemensos Beni Sujanto juga menegaskan agenda tersebut.
“Harapannya pembangunan gedung permanen SR bisa tuntas sebelum tahun ajaran baru pada tahun depan. Gedung baru tersebut diharapkan dapat menampung 1.000 siswa dari rombel SD, SMP, dan SMA,” ujarnya penuh optimisme.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3A PMD Tuban, Sugeng Purnomo membenarkan pembangunan akan dimulai Desember mendatang.
“Semoga tidak ada kemoloran, sebab dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap siswa dalam proses pembelajaran di ruang kelas,” ujarnya. (an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama