RADARTUBAN — Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyambut positif usulan Presiden Prabowo Subianto untuk memasukkan bahasa Portugis ke dalam kurikulum sekolah.
Menurut Hetifah, langkah ini bisa menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan bahasa asing siswa Indonesia di kancah global.
Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan ini harus dikaji secara mendalam sebelum diterapkan secara luas.
Bahasa Portugis Dianggap Langkah Strategis
“Mengajarkan bahasa Portugis di sekolah tentu merupakan langkah yang positif, asalkan kebijakan ini punya landasan yang kuat — baik dari sisi manfaat strategis, hubungan diplomatik, maupun relevansinya dengan masa depan para siswa,” ujar Hetifah kepada wartawan, Selasa (28/10).
Ia menilai, pengajaran bahasa Portugis bisa membuka peluang kerja sama pendidikan dan ekonomi dengan negara-negara berbahasa Portugis seperti Brasil, Portugal, dan Timor Leste.
Baca Juga: Mahir Bahasa Asing, Melin Mahasiswi Asal Tuban Ini Jadi Guru Bahasa Inggris di Jeddah Arab Saudi
Perlu Kajian dan Uji Coba Bertahap
Meski mendukung, Hetifah mengingatkan agar program ini tidak langsung diterapkan secara nasional.
Ia menyarankan agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan kajian komprehensif terlebih dahulu serta menguji coba pengajaran di daerah tertentu yang memiliki kedekatan sejarah atau budaya dengan dunia berbahasa Portugis.
“Program ini bisa dimulai dari Nusa Tenggara Timur (NTT), karena wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Timor Leste,” jelas Hetifah.
Pendekatan kontekstual, lanjutnya, akan membuat pembelajaran lebih relevan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Menjaga Identitas Bahasa Nasional
Di sisi lain, Hetifah menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara penguasaan bahasa asing dan pelestarian bahasa nasional.
“Kita harus tetap menjaga bahasa Indonesia dan bahasa daerah sebagai jati diri bangsa, sambil membuka ruang bagi penguasaan bahasa asing,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Komisi X DPR RI mendukung penuh kebijakan pendidikan yang meningkatkan daya saing global pelajar Indonesia, dengan catatan pelaksanaannya harus terencana dan bijak.
“Intinya, kami mendukung setiap upaya yang bisa memperkuat kompetensi global para siswa,” ujarnya.
Latar Belakang Usulan Prabowo
Usulan pengajaran bahasa Portugis pertama kali disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto saat bertemu dengan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, di Jakarta pada Kamis (23/10).
Dalam pertemuan itu, Prabowo menyampaikan komitmen Indonesia untuk mempererat hubungan bilateral dengan Brasil — salah satunya melalui bidang pendidikan dan kebudayaan.
“Bahasa Portugis akan menjadi salah satu bahasa prioritas yang diajarkan dalam kurikulum nasional,” ujar Prabowo kala itu. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni