Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Fenomena Cahaya Misterius di Bulan Kembali Bikin Ilmuwan Penasaran, Diduga Akibat Tumbukan Meteoroid dan Gas Radon

M Robit Bilhaq • Rabu, 29 Oktober 2025 | 19:10 WIB

Ilustrasi cahaya kilatan yang muncul di permukaan bulan
Ilustrasi cahaya kilatan yang muncul di permukaan bulan

RADARTUBAN- Fenomena cahaya aneh di permukaan bulan kembali membuat ilmuwan penasaran.

Cahaya ini dikenal dengan istilah Transient Lunar Phenomena (TLP) — perubahan sementara pada sebagian permukaan bulan yang dapat bertahan dari milidetik hingga berjam-jam.

Catatan pertama tentang fenomena ini berasal dari astronom William Herschel pada 19 April 1787.

Ia mengamati cahaya terang di area gelap bulan, yang menurutnya secerah Nebula Orion.

Peristiwa itu menjadi salah satu TLP pertama yang tercatat dalam sejarah pengamatan astronomi.

Baca Juga: Resmi Dipindah ke Nusakambangan, Ammar Zoni Hanya Boleh Lihat Cahaya Matahari 1 Jam

Selama dua milenia terakhir, lebih dari 3.000 TLP telah diamati di berbagai belahan dunia, baik melalui teleskop, kamera, maupun pengamatan langsung.

Fenomena ini muncul dalam berbagai bentuk — mulai dari kilatan terang, bercak berwarna merah atau ungu, hingga titik-titik samar di permukaan bulan.

Benturan Meteoroid Jadi Penyebab Paling Umum

Meski sudah diamati selama berabad-abad, penyebab pasti TLP masih menjadi misteri.

Namun, Profesor Emeritus Universitas Elektro-Komunikasi Jepang, Masahisa Yanagisawa, menjelaskan bahwa kilatan cahaya yang berlangsung kurang dari satu menit biasanya disebabkan oleh tumbukan meteoroid kecil di permukaan bulan.

Baca Juga: Kilas Balik Tuban Specta Night Carnival: Pesta Cahaya dan Budaya yang Tak Terlupakan

Benturan benda langit seberat sekitar 0,2 kilogram dapat menciptakan Lunar Impact Flash (LIF) — cahaya singkat akibat panas ekstrem dari tabrakan meteoroid dengan batuan bulan.

Fenomena ini baru dapat dibuktikan secara ilmiah pada 1990-an, setelah teknologi kamera berkecepatan tinggi memungkinkan observasi lebih akurat.

Sejak itu, ratusan LIF berhasil dideteksi oleh berbagai lembaga riset, termasuk proyek NELIOTA (Near-Earth Object Lunar Impacts and Optical Transients) yang didukung oleh Badan Antariksa Eropa (ESA).

Dalam sembilan tahun terakhir, proyek NELIOTA telah mendokumentasikan 193 kilatan cahaya di permukaan bulan — sebagian besar di wilayah Oceanus Procellarum, area yang diduga masih aktif secara tektonik.

Namun, Alexios Liakos, peneliti utama NELIOTA dari Observatorium Nasional Athena, menilai pola tersebut belum tentu menunjukkan kondisi sebenarnya.

“Bulan kemungkinan terkena meteoroid secara merata di seluruh permukaannya,” ungkap Liakos dalam pernyataannya yang dikutip Live Science (27/10).

Gas Radon dan Gempa Bulan Diduga Juga Jadi Pemicu

Selain benturan, beberapa peneliti menduga TLP yang bertahan lebih lama disebabkan oleh emisi gas radon dari bawah permukaan bulan.

Penelitian yang diterbitkan di The Astrophysical Journal tahun 2008 dan 2009 menunjukkan bahwa gas radon dapat terlepas ke permukaan akibat moonquake atau gempa bulan.

Baca Juga: Pulau Pramuka Jadi Panggung Festival Cahaya Spektakuler, Sajikan Atraksi Malam Magis Bertema Laut Jakarta 2025

Saat gas radioaktif itu meluruh, ia bisa menghasilkan pijaran cahaya yang terlihat dari Bumi.

Sementara penelitian tahun 2012 menemukan kemungkinan lain: angin matahari yang mengionisasi debu bulan hingga membentuk awan besar setinggi 100 kilometer.

Awan tersebut dapat memantulkan cahaya bintang atau sinar matahari, sehingga tampak seperti sumber cahaya dari permukaan bulan itu sendiri.

Fenomena Langka yang Masih Diselimuti Misteri

Meski begitu, belum semua ilmuwan sepakat mengenai keberadaan TLP yang bertahan lama. Liakos sendiri mengaku skeptis terhadap laporan tersebut.

“Satu-satunya peristiwa panjang yang pernah saya saksikan hanyalah satelit yang melintas di depan cakram bulan,” katanya.

Menurutnya, sejak 2017 belum ada pengamatan sahih terhadap TLP yang bertahan lama di sisi malam bulan.

Namun, penelitian dan pemantauan tetap berlanjut. Cahaya misterius di bulan kini menjadi tantangan besar bagi astronom modern, untuk mengungkap apakah fenomena ini hanyalah ilusi optik atau benar-benar peristiwa fisika langka yang terjadi di tetangga terdekat Bumi itu. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Transient Lunar Phenomena #Fenomena cahaya #Emisi gas radon #meteoroid #TLP #gempa bulan