Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Saat Anak Muda Kembali ke Sawah: Harapan Baru Kedaulatan Pangan Indonesia

Bihan Mokodompit • Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:10 WIB
Ilustrasi pertanian di tanah air
Ilustrasi pertanian di tanah air

RADARTUBAN - Kedaulatan pangan Indonesia kini menjadi perhatian serius di tengah ancaman krisis global.

Kedaulatan pangan Indonesia bukan hanya menjadi wacana kebijakan, tetapi juga perjuangan nyata di tingkat akar rumput.

Di Jawa Timur, gerakan kembali ke sawah mulai menarik perhatian generasi muda yang melihat sektor pertanian bukan lagi sebagai pekerjaan kuno, tetapi sebagai peluang masa depan yang menjanjikan.

Generasi Muda dan Pertanian Modern

Selama ini, dunia pertanian kerap dianggap tidak menjanjikan bagi anak muda. Namun kondisi itu perlahan berubah.

Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari kelompok tani, perguruan tinggi, hingga lembaga keuangan, mulai menciptakan iklim yang lebih sehat dan berdaya saing.

Dengan kolaborasi dan penerapan teknologi pertanian, generasi muda kini memiliki ruang untuk berinovasi dan mengembangkan sistem produksi pangan yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan baru ini, kedaulatan pangan Indonesia dapat dibangun bukan hanya dari hasil panen, tetapi juga dari kesadaran dan tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat.

Menjamin Harga, Menarik Anak Muda Kembali

Salah satu kunci utama yang dapat menarik anak muda kembali ke dunia pertanian adalah kepastian harga dan penghasilan yang layak.

Seperti yang disampaikan oleh Sumrambah, Ketua KTNA Provinsi Jatim, bahwa anak muda pasti tertarik kembali ke pertanian.

“Kalau harga terjamin dan penghasilan layak, anak muda pasti tertarik kembali ke pertanian. Dan kalau anak muda sudah kembali ke sawah dan kandang, kedaulatan pangan nasional bukan lagi mimpi,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Pemprov Jatim.

Pernyataan itu menegaskan bahwa insentif ekonomi dan jaminan pasar menjadi fondasi penting dalam membangun kedaulatan pangan nasional yang kuat dan berkelanjutan.

Ketika petani mendapatkan nilai yang sepadan atas kerja kerasnya, pertanian akan kembali menjadi sektor yang diminati generasi muda.

Kolaborasi Lintas Sektor Menjadi Kunci

Kedaulatan pangan tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan lintas sektor.

Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat perlu bersinergi dalam memastikan keberlanjutan produksi dan regenerasi petani.

Tanpa dukungan kebijakan yang berpihak, sektor pertanian berisiko kehilangan tenaga muda produktif.

Melalui riset, inovasi, dan kerja sama antarinstansi, Jawa Timur menunjukkan arah baru dalam membangun ketahanan pangan nasional yang berakar dari kemandirian petani.

Semangat gotong royong menjadi pilar utama dalam memperkuat kedaulatan pangan Indonesia, agar bangsa ini tak lagi bergantung pada impor dan mampu berdiri di atas kekuatan sendiri. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#sektor pertanian #pangan indonesia #sawah #Krisis Global #generasi muda #petani