RADARTUBAN – Film Pangku, karya pertama dari rumah produksi Gambar Gerak Film, kembali menorehkan prestasi gemilang di dunia perfilman Tanah Air.
Setelah sebelumnya meraih empat penghargaan di ajang Busan International Film Festival (BIFF), kini film tersebut berhasil masuk dalam tujuh nominasi di Festival Film Indonesia (FFI) 2025.
Tujuh nominasi yang diraih antara lain Film Cerita Panjang Terbaik, Pemeran Utama Perempuan Terbaik (Claresta Taufan), dan Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik (Christine Hakim).
Kisah Lokal yang Menggema di Kancah Internasional
Keberhasilan film Pangku dianggap sebagai bukti bahwa cerita lokal yang sederhana pun dapat beresonansi luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara.
“Ternyata kisah kecil dari Pantai Utara Pulau Jawa bisa beresonansi dengan semua audiens, di dalam maupun luar negeri. Dan aku rasa itu mungkin salah satu yang sangat kami banggakan juga,” ujar Gita, produser Pangku.
Baca Juga: Nadin Amizah Restui Lagu Rayuan Perempuan Gila Jadi Soundtrack Film Pangku Garapan Reza Rahardian
Debut Reza Rahardian Sebagai Sutradara
Film Pangku juga menjadi debut penyutradaraan Reza Rahardian, yang selama ini dikenal sebagai aktor papan atas.
Produser Arya Ibrahim menyebut bahwa kerja sama dengan Reza tidak akan berhenti pada film ini saja.
Mereka berencana untuk kembali menggarap beberapa proyek dengan isu-isu sosial yang dekat dengan masyarakat Indonesia.
“Meskipun ini film pertamanya Reza Rahadian, tapi bukan yang terakhir. Kami memang berencana memproduksi beberapa film ke depannya, tentunya dengan membawa isu-isu menarik di masyarakat dan karya yang humanis,” kata Arya.
Jadwal Tayang di Bioskop Nasional
Film Pangku dijadwalkan akan tayang serentak di bioskop pada 6 November 2025, bertepatan dengan satu tahun sejak syuting perdananya di Indramayu, Jawa Barat.
Kisah yang diangkat dari kehidupan masyarakat pesisir utara Jawa ini diharapkan bisa menjadi angin segar bagi perfilman nasional, sekaligus memperlihatkan potensi besar cerita-cerita lokal Indonesia di panggung global. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni