RADARTUBAN – Geram dengan maraknya kasus motor mbrebet setelah mengisi BBM pertalite, Komisi II DPRD Tuban memanggil perwakilan Pertamina Patra Niaga dan semua pengelola SPBU.
Tujuannya, meminta klarifikasi terkait dugaan pertalite bercampur air tersebut.
"Kami ingin memastikan: apakah produknya yang bermasalah atau seperti apa? Harapan kami itu dijelaskan oleh Pertamina,’’ kata Ketua Komisi II DPRD Tuban Fahmi Fikroni.
Roni—sapaan akrabnya—mengaku mendapat banyak laporan warga dari hampir semua kecamatan se-Kabupaten Tuban.
Masalahnya pun sama, yakni kendaraan mbrebet setelah mengisi BBM pertalite di SPBU.
"Masalah ini membuat resah masyarakat, sehingga perlu ada tindak lanjut. Harus ada penjelasan langsung dari Pertamina dan pengelola SPBU, sebenarnya masalahnya dari mana?’’ ujarnya.
Lebih lanjut, Roni menyampaikan, dalam pertemuan nanti, pihaknya akan mempertanyakan mengapa setelah mengisi BBM banyak kendaraan yang mogok. Bahkan ditemukan ada campuran seperti air di dalamnya.
"Tentu ini fenomena yang aneh, jadi harus ada yang mau menjelaskan,’’ bebernya.
Roni menegaskan, jika nantinya pertalite terbukti menyebabkan kendaraan mbrebet, maka Pertamina harus memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang kendaraannya rusak.
"Nanti kami pastikan saat pertemuan dengan Pertamina,’’ katanya.
Kapan pemanggilan itu diagendakan? Politikus dari dapil 5 (Jenu, Tambakboyo, Bancar, dan Jatirogo) itu berencana memastikan dalam waktu segera.
"Jadwal pemanggilan sudah kami disampaikan ke badan musyawarah (banmus) untuk selanjutnya dijadwalkan. Target kami, harus segera karena masalah ini mendesak,’’ pungkasnya. (fud/tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni