Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jamie Vardy Hebohkan Serie A! Cetak Gol di Usia 38 Tahun, Fans Italia Langsung Jatuh Hati

Bihan Mokodompit • Minggu, 2 November 2025 | 15:30 WIB
Pemain US Cremonese, Jamy Vardy, saat selebrasi gol salto usai cetak gol untuk timnya.
Pemain US Cremonese, Jamy Vardy, saat selebrasi gol salto usai cetak gol untuk timnya.

RADARTUBAN - Sepak bola Italia kembali menjadi sorotan dunia setelah kehadiran sosok besar seperti Jamie Vardy di Cremonese.

Kisah perjalanan karier pemain asal Inggris ini menjadi bukti bahwa tekad dan semangat tidak mengenal usia.

Di usia 38 tahun, Jamie Vardy di Cremonese masih membuktikan dirinya mampu bersaing di level tertinggi, membawa warna baru bagi dunia sepak bola Italia yang dikenal ketat dan penuh taktik.

Dari Liga Inggris ke Serie A: Perjalanan Tak Biasa Seorang Vardy

Karier Jamie Vardy di Cremonese berawal dari kisah inspiratifnya di Inggris.

Dia sempat dilepas oleh klub masa kecilnya, Sheffield Wednesday, sebelum meniti jalan panjang bersama Stocksbridge Park Steels, Halifax Town, dan Fleetwood Town.

Puncaknya terjadi ketika Leicester City memberinya kesempatan emas, dan di sanalah kisah dongeng sepak bola modern lahir.

Sepuluh tahun setelah meninggalkan klub semi-profesional, Vardy berhasil menjadi pencetak gol terbanyak Liga Inggris dengan 23 gol.

Namun, pada September lalu, dia memutuskan menutup lembaran panjangnya di King Power Stadium dan memulai babak baru bersama Cremonese, klub Serie A Italia yang bermarkas di Stadion Giovanni Zini.

Gol Perdana dan Antusiasme Fans Italia

Debut Jamie Vardy di Cremonese langsung mencuri perhatian publik.

Pada 25 Oktober, dia mencetak gol pertamanya dalam hasil imbang 1-1 melawan Atalanta, disertai selebrasi salto yang ikonik.

Jurnalis sepak bola Italia, Nima Tavallaey Roodsari, menilai reaksi penggemar di Italia sangat positif.

“Bagaimana reaksi fans Italia secara umum? Dia belum banyak bermain, tapi ia sudah mencetak satu gol, dan itu gol yang bagus. Orang-orang sangat antusias.
Jamie dihormati karena kerja kerasnya meniti karier dari bawah. Dia bukan sekadar bahan lelucon atau meme, orang benar-benar menghargainya. Reaksinya sangat positif," kata dia.

"Antusiasme publik Italia juga muncul karena gaya permainan Vardy yang penuh semangat dan kepribadian yang nyentrik, dua hal yang membuatnya menjadi sosok “cult hero” di mata banyak penggemar sepak bola," lanjut dia.

Gaya Hidup dan Kebiasaan Unik Sang Striker

Selain kisah kariernya, kebiasaan unik Vardy juga menjadi perhatian publik sepak bola Italia.

Dikenal sebagai pemain dengan rutinitas pra-pertandingan yang tidak biasa, dia pernah mengungkapkan kepada Sky Sports:

“Saya bangun pagi dan langsung minum Red Bull. Setelah menyiapkan sarapan anak-anak, saya langsung lanjut Red Bull. Saat di stadion untuk persiapan pra-laga, saya minum kopi, lebih baik daripada pil kafein. Lalu di ruang makan sebelum pertandingan, saya makan omelet keju dan ham, plus satu kaleng Red Bull lagi," ungkap dia.

Roodsari menambahkan bahwa gaya hidup seperti ini justru menambah daya tarik bagi penggemar.

“Kebiasaannya yang unik, minum banyak Red Bull dan hal-hal seperti itu, justru menambah daya tariknya. Fans menganggapnya menarik, bukan tidak profesional," lanjut dia.

Meski gaya hidupnya dianggap “aneh” oleh sebagian orang Italia yang lebih memperhatikan pola makan, kebiasaan itu memperkuat citra khas pemain asal Inggris di mata publik Eropa.

Tantangan dan Prediksi di Serie A

Pertanyaan besar kini muncul: apakah Jamie Vardy di Cremonese masih mampu bersaing di sepak bola Italia yang terkenal taktis dan menuntut fisik kuat? Roodsari memberikan pandangan realistis.

“Kalau bicara kemampuan, mungkin dia masih bisa main di level Conference League, tapi tidak di level Liga Champions atau Europa League. Namun, dia cukup bagus untuk bermain di Serie A selama satu atau dua musim ke depan, asal tetap bugar," kata dia.

Dengan gaya bermain Cremonese yang mengandalkan serangan balik cepat, Vardy diyakini masih bisa berkontribusi besar.

Dia diprediksi dapat mencetak 5 hingga 10 gol di musim 2025–2026, bahkan lebih jika dipercaya sebagai eksekutor penalti utama.

Simbol Ketekunan dan Semangat Tanpa Batas

Meski usianya tak lagi muda, semangat Jamie Vardy di Cremonese menjadi inspirasi baru di sepak bola Italia.

Di tengah kultur taktik yang disiplin dan teknis, sosok Vardy hadir membawa semangat khas Inggris: pantang menyerah dan berani berbeda.

Dengan latar belakang yang penuh perjuangan, kebiasaan yang nyentrik, serta tekad yang tak pernah padam, Vardy bukan sekadar pemain baru di Serie A, ia adalah simbol bahwa dalam sepak bola, kisah keajaiban bisa terjadi di mana saja. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#cremonese #jamie vardy #italia #leicester city #serie A #gol