Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pejabat Sidak, Marah-Marah, Dikontenin: Gaya Lama yang Sudah Tak Laku

M. Afiqul Adib • Minggu, 2 November 2025 | 20:30 WIB
Ilustrasi pejabat sidak marah-marah, konten pejabat viral, gaya kerja pejabat yang gitu-gitu saja.
Ilustrasi pejabat sidak marah-marah, konten pejabat viral, gaya kerja pejabat yang gitu-gitu saja.

RADARTUBAN - Sudah bukan rahasia lagi ketika sidak pejabat sering kali lebih mirip konten daripada tindakan nyata.

Datang tiba-tiba, marah-marah di depan kamera, lalu viral.

Seolah-olah kemarahan adalah bukti kerja. Seolah-olah volume suara bisa menggantikan substansi.

Tapi masyarakat sekarang sudah pinter. Mereka tahu mana kerja beneran, mana kerja yang cuma buat konten.

Dan gaya sidak marah-marah ini, jujur saja, makin terasa aneh. Makin terasa basi.

Marah-Marah Bukan Solusi, Apalagi Kalau Cuma Sekali

Sidak yang diiringi kemarahan sesaat tidak menyelesaikan masalah.

Dia hanya menciptakan momen. Momen yang bisa dipotong, diedit, dan diunggah.

Tapi setelah itu? Apakah ada tindak lanjut? Apakah ada perbaikan sistem? Apakah ada evaluasi?

Kalau tidak, maka sidak itu hanya jadi tontonan.

Bukan tindakan. Dan masyarakat sekarang tidak lagi mudah terpesona oleh tontonan.

Masyarakat Sudah Melek, Sudah Kritis

Dulu, mungkin gaya seperti ini bisa bikin publik kagum.

Tapi sekarang? Publik sudah punya akses informasi.

Sudah bisa membandingkan.

Sudah bisa membaca gestur.

Mereka tahu bahwa kerja bukan soal marah, tapi soal solusi. Bukan soal viral, tapi soal dampak.

Dan ketika pejabat lebih sibuk tampil daripada menyelesaikan masalah, masyarakat akan tahu.

Akan paham. Akan diam-diam mencatat.

Kerja Nyata Tidak Butuh Sorotan

Kerja yang benar tidak selalu menarik untuk dikontenin. Kadang membosankan. Kadang teknis. Kadang tidak dramatis.

Tapi justru di sanalah letak nilainya. Karena kerja bukan panggung. Bukan sinetron. Bukan konten.

Pejabat yang benar-benar bekerja biasanya tidak sibuk marah-marah. Mereka sibuk mendengar, mencatat, dan memperbaiki.

Mereka tidak butuh kamera untuk membuktikan, karena hasilnya akan bicara sendiri.

Gaya Lama Tak Lagi Works

Jadi kalau masih ada pejabat yang merasa sidak marah-marah bisa jadi bukti kerja, mungkin perlu update.

Karena masyarakat sekarang tidak hanya menonton, tapi juga menilai. Tidak hanya melihat, tapi juga mengingat.

Dan gaya seperti ini? Sudah tidak works.

Sudah tidak relevan. Sudah saatnya diganti dengan kerja yang tenang, sistematis, dan berdampak nyata. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#netizen #pejabat #sorotan #sidak #publik