RADARTUBAN – Mungkin inilah alasan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mendorong percepatan penyerapan anggaran, baik di kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah.
Tujuannya, supaya tidak ada hak masyarakat yang tertunda. Salah satunya, hak insentif guru ngaji.
Ketua Forum Komunikasi Pendidikan Alquran (FKPQ) Tuban Subkhan mengatakan, sejak Agustus hingga Oktober ini, insentif guru taman pendidikan Alquran (TPQ) masih belum cair.
Katanya, pencairan insentif untuk pencetak generasi qurani ini akan dirapel selama tiga bulan.
‘’Menunggu proses verifikasi dari Bagian Kesra Setda Tuban. Setelah semua selesai, selanjutnya proses pencairan untuk Agustus-Oktober,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Disampaikan Subkhan, alasan belum cairnya insentif guru TPQ selama tiga bulan ini karena masih proses verifikasi.
Dari informasi yang diterima, pencairan insentif yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) ini tidak akan lama lagi. ‘’Bagi guru TPQ, insentif Rp 200 ribu per bulan ini sangat berarti,’’ ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kabag Tata Pemerintahan dan Kesra Setda Tuban Maftuhatul Hidayah memastikan, pencairan insentif guru TPQ selama tiga bulan ini tidak lama lagi.
‘’Saat ini sudah proses verifikasi administrasi dari berkas yang sudah diserahkan ke bagian kesra. Sekarang on proses,’’ katanya.
Lebih lanjut, Ida—sapaan akrab Maftuhatul Hidayah—mengatakan, setelah verifikasi selesai, selanjutnya tinggal pengajuan ke bendahara daerah.
Dikatakan dia, besaran insentif untuk guru ngaji ini Rp 200 ribu per bulan. Total penerimaanya kurang lebih 9.504 orang.
‘’Penerimanya ini setiap pencairan pasti beda. Biasanya berkurang karena ada yang keluar atau alasan lain, tapi berkurangnya tidak banyak,’’ jelasnya.
Setelah pencairan Agustus–Oktober selesai, selanjutnya bersiap untuk pencairan tahap selanjutnya.
Ida memastikan, ketika pemberkasan lengkap, maka proses pencairan akan berjalan cepat. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama