RADARTUBAN - Video percakapan tim admin media sosial Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang berisi suara bocor dari siaran langsung Instagram, kini sedang viral di media sosial.
Peristiwa tersebut juga memicu munculnya perdebatan di kalangan publik.
Dalam video berdurasi 57 detik yang diunggah oleh akun TikTok @exploretuban, terdengar suara seorang perempuan beserta timnya menyampaikan komentar terhadap konten media sosial Eri Cahyadi.
"Lek kaya gini, Mat (kalau kaya gini, Mat), ini kan videone bagus bapak turun, kita simpen dulu ae. Nek bek-bek besok hujan bisa dipakai, epok-epok keliling," ujar perempuan yang ada dalam video live tersebut.
Dalam kosakata daerah Surabaya Kata "epok-epok" yang digunakan dalam percakapan tersebut memiliki makna 'pura-pura' atau mengada-ada dalam kosakata daerah Surabaya.
Setelah video tersebut viral, Kata ini langsung ramai dibicarakan oleh warganet.
Banyak orang menganggap candaan ini menjegal Eri Cahyadi, seolah-olah kegiatan yang dilakukannya hanyalah untuk membuat konten.
Padahal, saat peristiwa ini terjadi, Eri Cahyadi sedang meninjau lapangan dan tidak mengetahui adanya percakapan tersebut.
Sementara itu, admin perempuan yang terdengar suaranya di video tersebut juga tidak menyadari bahwa suaranya bocor.
Video percakapan antara tim admin media sosial Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, secara luas beredar di media sosial.
Video itu tercatat dari siaran langsung Instagram yang sempat dijeda. Peristiwa tersebut memicu perdebatan di kalangan publik.
Dalam klip video berdurasi 57 detik, yang diunggah oleh akun TikTok @exploretuban, terdengar suara seorang perempuan serta teman-temannya berbincang tentang konten media sosial Eri Cahyadi.
"Kalau begini, Mat (kalau begini, Mat), ini videonya bagus, bapak turun, kita simpan dulu aja.
Kalau besok hujan bisa dipakai, epok-epok keliling," ujar admin perempuan dalam video tersebut.
Kata "epok-epok" yang merupakan istilah di Surabaya yang berarti "pura-pura" langsung ramai dibicarakan oleh pengguna media sosial.
Banyak orang merasa candaan tersebut menyudutkan Eri Cahyadi, seolah-olah kegiatan yang dilakukannya hanyalah untuk membuat konten.
Padahal, ketika kejadian terjadi, Eri Cahyadi sedang meninjau lapangan dan tidak mengetahui percakapan tersebut.
Sementara itu, admin perempuan pun tidak sadar bahwa suaranya terdengar oleh orang lain.
"“Eh iki lek wis ngene, lak gak metu suarane yo? (Eh ini kalau sudah begini (jeda), kan nggak muncul suaranya ya?)" ucap admin perempuan memastikan suaranya sudah tidak masuk live lagi.
Setelah kejadian tersebut nama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, juga menjadi viral di media sosial.
Sampai siang hari Minggu (2/11), video yang diunggah oleh akun TikTok @exploretuban sudah ditonton lebih dari 1,6 juta kali.
Tidak selang lama setelah video suara bocor tersebut viral, admin perempuan yang bersangkutan memberikan klarifikasi serta permohonan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya, @heningdzikrillah.
Dalam video klarifikasinya, Hening mengaku ucapan yang bocor dalam video yang viral tersebut hanya sekadar candaan internal dengan rekan-rekannya, tanpa maksud merendahkan atau menyebabkan kesan negatif terhadap wali kota.
Dalam video tersebut, Hening mengakui candaan tersebut adalah percakapan pribadi dengan temannya, namun Hening tetap menyadari bahwa ucapannya melanggar standar kerja yang selama ini diterapkan oleh Wali Kota Surabaya.
"Dengan penuh penyesalan, saya ingin menyampaikan permohonan maaf. Itu murni kesalahan pribadi saya yang meskipun konteksnya bercanda dengan teman di mobil, tetapi tetap menyalahi aturan standar kerja yang selama ini menjadi prinsip dasar Bapak Walikota," kata Hening dalam klarifikasinya.
Hening memutuskan untuk mengundurkan diri dari tim media sosial Wali Kota Surabaya, Sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Ia berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati dan menjaga kepercayaan publik.
"Tidak ada alasan yang bisa membenarkan kesalahan ini. Sekali lagi, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dari hati terdalam, dan sebagai bentuk tanggung jawab moral, saya menyampaikan pengunduran diri saya dengan penuh kesadaran dan penyesalan," tukasnya.
Permintaan maaf tersebut mendapat respons positif dari warganet.
Banyak yang menyatakan salut dan menilai Hening memiliki jiwa besar.
"Respect mba, sudah berani meminta maaf. Semoga menjadi pelajaran yang berharga," tulis akun @azwaramril. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni