RADARTUBAN - Ekspor Jawa Timur mencatat pencapaian gemilang sepanjang periode Januari hingga September 2025.
Berdasarkan laporan BPS Provinsi Jawa Timur, total nilai ekspor daerah ini mencapai USD 22,91 miliar atau meningkat 20,23 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.
Sementara itu, nilai impor turun 3,53 persen menjadi USD 21,58 miliar. Kinerja positif ini menunjukkan bahwa produk Jawa Timur masih mampu bersaing di pasar global meski menghadapi tekanan ekonomi dunia.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Timur, Debora Sulistya Rini, mewakili Kepala BPS Jatim, Zulkipli, menjelaskan bahwa peningkatan ekspor tersebut mencerminkan ketahanan sektor industri dan pertanian di Jawa Timur.
“Pertumbuhan ekspor yang signifikan ini menandakan sektor industri pengolahan dan pertanian kita masih mampu menopang kinerja perdagangan luar negeri. Sementara turunnya impor menunjukkan adanya efisiensi pada sektor produksi dalam negeri,” ujarnya dalam rilis resmi.
Baca Juga: IEU-CEPA : Tiket Emas Ekspor atau Jalan Tol Produk Eropa Banjiri Pasar Indonesia?
Kinerja Positif, Tapi Siapa yang Merasakan Dampaknya?
Kenaikan ekspor Jawa Timur menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi, namun pertanyaan besar yang muncul adalah siapa sebenarnya yang menikmati manfaat dari lonjakan ini.
Sebagian besar ekspor masih didominasi oleh sektor industri besar, sementara pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) belum tentu merasakan dampak yang sama.
Padahal, produk Jawa Timur yang dihasilkan UMKM turut menjadi bagian penting dalam rantai pasok global.
Meski demikian, sejumlah analis ekonomi menilai bahwa keberhasilan menjaga laju ekspor bisa menjadi peluang memperluas pasar bagi industri lokal.
Pemerintah daerah diharapkan mampu mendorong sinergi antara sektor industri besar dan pelaku UMKM agar manfaat perdagangan luar negeri lebih merata.
Efisiensi Produksi dan Tantangan ke Depan
Turunnya nilai impor sebesar 3,53 persen menunjukkan adanya efisiensi pada rantai produksi dalam negeri.
Namun, para pengamat ekonomi mengingatkan bahwa efisiensi ini harus diimbangi dengan inovasi dan diversifikasi produk Jawa Timur agar tidak bergantung pada komoditas tertentu saja.
Selain itu, dengan capaian ekspor Jawa Timur yang terus meningkat, pemerintah daerah diharapkan mampu memperluas akses pasar, memperkuat kualitas sumber daya manusia, dan memperhatikan aspek kesejahteraan produsen di lapangan.
Hal ini penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menjaga Keseimbangan Ekonomi dan Keadilan Distribusi
Ke depan, BPS Provinsi Jawa Timur menilai pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekspor dan pemerataan manfaat ekonomi.
Perdagangan yang sehat bukan hanya tentang seberapa besar nilai ekspor yang dicapai, melainkan seberapa banyak masyarakat yang mendapatkan keuntungan darinya.
Dengan demikian, keberhasilan perdagangan luar negeri Jawa Timur perlu terus diiringi dengan kebijakan ekonomi yang berpihak pada pelaku usaha kecil dan petani, agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga terasa di dapur rakyat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni