Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Prabowo Tanggung Jawab Utang Whoosh: Tenang, Indonesia Bukan Negara Sembarangan!

Tulus Widodo • Rabu, 5 November 2025 | 00:10 WIB
Presiden Prabowo Subianto menegaskan siap menanggung utang proyek Whoosh
Presiden Prabowo Subianto menegaskan siap menanggung utang proyek Whoosh

RADARTUBAN – Presiden Prabowo Subianto menegaskan satu hal yang tidak bisa ditawar: pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) aman dan menjadi tanggung jawabnya langsung.

Pernyataan itu dilontarkan dengan nada tegas dan santai sekaligus, usai menjajal KRL di Stasiun Tanah Abang, Selasa (4/11).

“PT KAI enggak usah khawatir, semuanya enggak usah khawatir. Kita layani rakyat. Kita berjuang untuk rakyat kita. Teknologi, semua sarana, itu tanggung jawab bersama dan di ujungnya tanggung jawab Presiden Republik Indonesia. Jadi saya sekarang tanggung jawab untuk itu,” ujar Prabowo lugas.

Baca Juga: Direktur Utama PT KAI Mengatakan Utang Proyek Kereta cepat Whoosh Mengancam Perusahaan, Segini Nilainya

Prabowo : Tidak Ada yang Perlu Dikhawatirkan

Presiden mengaku sudah menelaah seluruh perhitungan utang dan pembiayaan operasional Whoosh, proyek transportasi paling ambisius dalam sejarah Indonesia modern itu. Hasilnya, menurutnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah. Saya tanggung jawab nanti utang itu, Whoosh semuanya. Indonesia bukan negara sembarangan. Kita hitung, enggak ada masalah itu,” katanya.

Baca Juga: Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh Membengkak, Menkeu Purbaya Tolak Bayar Pakai APBN! Siapa yang Harus Bertanggungjawab?

Utang Proyek Whoosh Tembus Rp 118 Triliun!

Ucapan itu menjadi angin penenang di tengah riuh polemik soal utang proyek yang mencapai Rp 118 triliun.

Bagi Prabowo, kalkulasi untung-rugi bukan ukuran untuk proyek pelayanan publik.

Pemerintah, katanya, wajib hadir memberikan transportasi aman, cepat, dan terjangkau untuk rakyat — apapun risikonya.

“Transportasi umum itu pelayanan wajib (Public Service Obligation). Sekarang pemerintah bahkan sudah subsidi 60 persen layanan kereta supaya rakyat bisa naik kereta dengan harga terjangkau,” beber mantan Danjen Kopassus itu.

Prabowo kemudian menegaskan kembali filosofi dasarnya: negara kuat karena uang rakyat dikelola dengan benar, bukan bocor ke korupsi.

“Ini kehadiran negara. Dari mana uang itu? Dari rakyat, dari pajak, dari kekayaan negara. Makanya kita harus mencegah semua kebocoran. Kita harus hentikan penyelewengan dan korupsi. Uang rakyat enggak boleh dicuri, karena akan kita kembalikan kepada pelayanan untuk rakyat,” tegasnya dengan nada penuh penekanan.

Dibangun Era Presiden Jokowi

Proyek Whoosh sendiri mulai dibangun pada 2016 dan diresmikan pada 2023 di era pemerintahan Presiden Jokowi.

Namun, setelah beroperasi, proyek ini menjadi sorotan publik karena beban utang jumbo dan pembiayaan yang belum sepenuhnya tuntas.

Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Danantara kini tengah mencari skema penyelesaian terbaik.

Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan negara akan turun tangan.

“APBN juga pasti akan menjadi bagian, tetapi untuk secara spesifiknya nanti akan kami sampaikan,” ujar AHY, Senin (3/11).

Dengan nada tegas dan gestur khasnya, Prabowo menutup pernyataannya: “Kita berjuang untuk rakyat. Kalau ada utang, biar saya yang tanggung jawab. Yang penting rakyat bisa naik Whoosh tanpa takut mahal,” tegasnya.

Kalimat sederhana, tapi efeknya menampar — sebuah pesan bahwa negara ini masih punya pemimpin yang mau berdiri paling depan saat beban datang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Utang proyek Whoosh #WHOOSH #proyek kereta cepat jakarta - bandung #presiden prabowo subianto