RADARTUBAN - Sebuah musibah menimpa enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal.
Enam mahasiswa itu melaporkan hanyut terseret arus Sungai Singorojo saat bermain tubing pada Selasa (4/11) sekitar pukul 13.53 WIB.
Dari kejadian tersebut, empat mahasiswa dilaporkan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.
Korban yang meninggal sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Suwondo Kendal dan disemayamkan sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Dilansir dari detik jateng, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Walisongo, Masrur, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini.
Dia menyebutkan bahwa korban yang meninggal dunia di antaranya adalah M. Labib Rizqi asal Pekalongan, Rizka Amelia dan Syifa Nadila asal Pemalang, sedangkan identitas korban meninggal yang lain juga tengah dikonfirmasi.
Dua korban lainnya, Nabila Yulian Desi dan M. Jibril Assyarafi, sampai saat ini masih dalam pencarian oleh petugas gabungan dari BPBD Kendal, Kantor SAR Semarang, PMI, dan warga sekitar.
Peristiwa tragis ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur daerah hulu sungai sebelum kejadian sehingga menyebabkan arus sungai menjadi deras dan tak terduga.
Saat kejadian, sekitar 15 siswa sedang bermain di sungai, namun tiba-tiba terjadi banjir bandang sehingga enam orang terseret arus sementara sembilan lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Rektor UIN Walisongo, Prof.Dr.Nizar, menyatakan duka cita yang mendalam dan berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan KKN.
Pihak universitas juga telah menghentikan program KKN di desa tersebut dan mengevakuasi seluruh mahasiswa peserta KKN untuk kembali ke Semarang.
Selain itu, UIN Walisongo menurunkan tim pendamping dan dosen pembimbing untuk mendampingi keluarga korban serta membantu proses pencarian.
Universitas juga menyediakan layanan konseling dan dukungan spiritual bagi mahasiswa dan keluarga yang terdampak musikbah.
UIN Walisongo memohon doa dan dukungan masyarakat agar korban yang masih hilang dapat segera ditemukan dan keluarga korban diberi ketabahan dalam menghadapi musibah ini. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni