Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Blibli PHK 270 Karyawan Setelah Rugi Rp 1,85 Triliun, Manajemen Klaim Langkah Efisiensi Jangka Panjang

Siti Rohmah • Rabu, 5 November 2025 | 22:28 WIB
Ilustrasi gerai offline Blibli
Ilustrasi gerai offline Blibli

RADARTUBAN - PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), perusahaan pengelola platform e-commerce Blibli, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 270 karyawan.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah penyesuaian organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat peluang pertumbuhan bisnis ke depan.

Direktur Global Digital Niaga, Eric Winarta, menyatakan bahwa seluruh karyawan yang terdampak telah menerima kompensasi sesuai dengan ketentuan hukum ketenagakerjaan di Indonesia.

Bahkan, menurutnya, paket kompensasi yang diberikan lebih besar dari ketentuan minimum yang berlaku.

“Dalam pelaksanaannya, perseroan memastikan seluruh hak karyawan telah dipenuhi dengan baik. Kami memahami keputusan ini tidak mudah, namun menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi perusahaan,” ujar Eric dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 4 November 2025.

Eric menambahkan bahwa proses restrukturisasi ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap kinerja Blibli dalam jangka panjang.

“Manajemen percaya penyesuaian organisasi akan memberikan hasil yang konstruktif bagi keberlanjutan perusahaan,” tuturnya.

Blibli Catat Kerugian Rp 1,85 Triliun

Per September 2025, Blibli mencatat kerugian sebesar Rp 1,85 triliun, turun tipis 0,24 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024, yaitu Rp 1,86 triliun.

Meski masih merugi, perusahaan membukukan peningkatan pendapatan menjadi Rp 15,2 triliun, naik 25,61 persen dari Rp 12,13 triliun pada 2024.

Laba bruto juga meningkat 14,47 persen menjadi Rp 2,6 triliun.

Namun, beban operasional yang tinggi masih menekan kinerja keuangan.

Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp 2,84 triliun, beban penjualan Rp 1,52 triliun, serta beban pokok penjualan mencapai Rp 12,56 triliun.

Selain itu, beban bunga dan keuangan mencapai Rp 182,9 miliar, disusul beban pajak Rp 55,76 miliar dan beban lain Rp 55,2 miliar. Blibli juga tercatat memiliki utang sebesar Rp 7,09 triliun.

Aset Blibli Meningkat

Meski masih mencatat kerugian, total aset Blibli pada kuartal III 2025 meningkat menjadi Rp 17,52 triliun, naik 8,45 persen dari Rp 16,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Global Digital Niaga, Ronald Winardi, menjelaskan bahwa peningkatan aset ini disebabkan oleh kebutuhan modal kerja untuk mendukung pertumbuhan bisnis anak usaha.

“Kenaikan aset disumbang oleh peningkatan persediaan sebesar Rp 1,03 triliun dan piutang sebesar Rp 863 miliar,” ungkap Ronald.

Adapun kenaikan liabilitas perusahaan meliputi peningkatan utang bank sebesar Rp 1,2 triliun, beban aktual Rp 138,9 miliar, utang lain-lain Rp 119,8 miliar, serta utang dagang Rp 474 miliar.

Dengan langkah efisiensi dan restrukturisasi organisasi ini, Blibli berharap dapat memperkuat posisi keuangannya sekaligus menata strategi bisnis agar lebih kompetitif di tengah ketatnya persaingan e-commerce nasional.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Blibli lakukan PHK #bei #e-commerce BliBli #phk #bursa efek indonesia #blibli