Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Menguak Peledakan SMAN 72: Barang Bukti di Rumah Siswa Cocok dengan Temuan TKP

Siti Rohmah • Senin, 10 November 2025 | 00:05 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan informasi terkini mengenai insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat siang (7/11).
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan informasi terkini mengenai insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat siang (7/11).

RADARTUBAN - Kepolisian mengerucutkan dugaan pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta kepada salah satu siswa setelah melakukan penggeledahan di rumahnya pada Sabtu malam, 8 November 2025.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah barang bukti di kediaman siswa tersebut yang memiliki kesesuaian dengan temuan di lokasi kejadian.

“Ditemukan beberapa kesesuaian antara barang bukti yang disita dari rumah dengan yang ada di TKP,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budhi Hermanto di Jakarta, Sabtu, 8 November 2025.

Salah satu barang bukti yang disita adalah serbuk yang mirip dengan bahan yang ditemukan di lokasi ledakan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Namun, Budhi menegaskan bahwa kepastian apakah serbuk tersebut identik dengan yang ada di TKP masih menunggu hasil uji laboratorium.

Kecurigaan terhadap siswa ini bermula ketika ia ditemukan terkapar bersimbah darah di sekitar lokasi kejadian.

Di dekatnya terdapat senjata mainan dan sejumlah tulisan di senjata tersebut yang berbunyi “Welcome to Hell,” “For Agartha,” serta nama-nama pelaku penembakan di luar negeri seperti Brenton Tarrant, Alexandre Bissonnette, dan Luca Traini.

Saat ditemukan, siswa itu tampak berbeda dari teman-temannya karena mengenakan sepatu boots, celana hitam, dan kaus tanpa lengan bertuliskan “Natural Selection.”

Siswa Pendiam dan Kerap Dirundung

Sejumlah teman sekolahnya mengaku bahwa siswa tersebut dikenal pendiam dan sering menjadi korban perundungan. 

“Dia jarang bicara dan sering di-bully oleh teman-temannya,” kata ZA menambahkan, siswa itu juga gemar menggambar senjata dan menonton video bertema kekerasan,

Kepolisian kini tengah menelusuri motif di balik dugaan tindakan tersebut.

“Kami mendalami motif mengapa yang bersangkutan merakit dan melakukan aksinya. Semua akan dijelaskan setelah hasil penyelidikan dan penyidikan lengkap,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 7 November 2025.

Korban Luka dan Kondisi Terduga Pelaku

Insiden peledakan di SMAN 72 Jakarta menyebabkan sedikitnya 96 orang mengalami luka-luka, termasuk terduga pelaku.

Siswa tersebut mengalami luka serius di bagian kepala dan telah menjalani operasi. Menurut Budhi Hermanto, kondisi siswa kini telah sadar namun masih dirawat intensif di ruang ICU.

“Sudah sadar, tapi proses pemulihan harus dilakukan secara bertahap karena kondisinya masih berat. Kami juga memperhatikan aspek pemulihan fisik dan psikisnya,” ujarnya.

Kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap detail kasus ini. Sementara itu, pihak sekolah berencana memulai kembali kegiatan belajar-mengajar di SMAN 72 Jakarta pada pekan depan.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#peledakan #tkp #meledak #SMAN 72 #barang bukti