Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Menurun Dibanding Survei 100 Hari Pertama

Siti Rohmah • Selasa, 11 November 2025 | 03:43 WIB
Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto.

RADARTUBAN - Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia mencatat bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan dibandingkan hasil survei pada 100 hari pertama pemerintahannya.

Dalam survei terbaru yang digelar pada 20-27 Oktober 2025, sebanyak 77,7 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo, 20,8 persen mengaku tidak puas, dan 1,5 persen memilih tidak menjawab.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan survei yang dilakukan pada 16-21 Januari 2025, yakmi pada 100 hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran, di mana tingkat kepuasan publik mencapai 79,3 persen, sementara 16,9 persen responden menyatakan kurang atau tidak puas sama sekali.

Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa survei ini melibatkan 1.220 responden dari seluruh provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling.

Wawancara dilakukan secara tatap muka, dengan margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

"Sekitar 77,7 persen warga merasa puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto, sedangkan 20,8 persen merasa kurang atau tidak puas sama sekali," ujar Burhanuddin dalam laporan hasil survei yang dirilis pada Ahad, 9 November 2025.

Alasan utama kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo antara lain karena dianggap berhasil memberantas korupsi (19,5 persen), memiliki kinerja yang baik dan terbukti (15,9 persen), serta dinilai berani (12,8 persen).

Selain itu, 9,7 persen responden menilai positif karena Prabowo sering memberi bantuan, sementara 8 persen mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis.

Sementara itu, alasan utama ketidakpuasan masyarakat meliputi belum adanya bukti nyata dari kinerja pemerintah (20 persen), bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran atau kurang merata (14,1 persen), serta program kerja yang belum berjalan maksimal (13,6 persen).

Faktor lain yang disebut adalah kondisi ekonomi yang belum stabil (8,1 persen) dan masih maraknya praktik korupsi (5,4 persen).

Dalam aspek penanganan isu nasional, Prabowo mendapat penilaian positif.

Sebanyak 80 persen responden menilai pemerintahannya baik atau sangat baik dalam menjaga ketersediaan kebutuhan pokok, dan 79 persen menilai baik dalam menjaga persatuan bangsa.

Sementara itu, dalam hal menjamin kebebasan berekspresi, 71 persen responden memberikan penilaian baik atau sangat baik. (*/tia)

Editor : radar tuban digital
#program #survei #Persatuan Bangsa #Politik #kepercayaan #penilaian #bantuan #Indonesia #prabowo #gibran #Korupsi #responden #masyakarat