RADARTUBAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya sejumlah gempa bumi yang mengguncang berbagai wilayah di Indonesia pada hari Senin (10/11).
Aktivitas gempa yang tercatat yaitu menyebar dari kawasan timur Indonesia, mencakup Papua hingga Maluku, dengan intensitas yang bervariasi antara magnitudo 2,3 hingga 5,3.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi X Info BMKG, gempa bumi yang pertama terjadi di timur laut Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada pukul 05.15 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,0.
Titik pusat gempa berada di koordinat 7,42 Lintang Selatan dan 119,08 Bujur Timur, dengan kedalaman hanya 10 kilometer.
Karena tergolong gempa dangkal, guncangan yang ditimbulkan tidak menyebabkan kerusakan maupun dampak serius.
Selang beberapa menit kemudian, gempa kembali terjadi mengguncang wilayah timur laut Supiori, Papua dengan kekuatan lebih besar.
Gempa tersebut terjadi pada pukul 05.53 WIB dengan magnitudo 5,3.
BMKG mencatat pusat gempa berada di kedalaman 222 kilometer, tepatnya di koordinat 14,14 Lintang Utara dan 144,97 Bujur Timur. Karena lokasi episentrum berada jauh di laut, gempa ini di informasikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Kemudian wilayah Maluku Utara juga mengalami gempa pada pukul 06.36 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,0.
Episentrum gempa terletak 6 kilometer dari timur laut Halmahera Barat, dengan kedalaman mencapai 184 kilometer.
Meski tergolong gempa menengah, guncangan diperkirakan dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar Halmahera.
Kemudian yang terakhir, gempa ringan bermagnitudo 2,3 mengguncang wilayah Sumbawa, NTB, pada pukul 07.44 WIB.
Pusat gempa yaitu berada 23 kilometer barat daya Sumbawa dengan kedalaman 10 kilometer. Karena bersifat dangkal, gempa ini tidak menimbulkan kerusakan.
Rangkaian aktivitas gempa hari itu ditutup dengan gempa di timur laut Seram Bagian Timur, Maluku, yang terjadi pada pukul 08.52 WIB, gempa tersebut berkekuatan magnitudo 3,5 dan berpusat di kedalaman 34 kilometer, tepatnya di koordinat 2,92 Lintang Selatan dan 130,49 Bujur Timur.
BMKG menegaskan bahwa data yang dipublikasikan seluruhnya bersifat sementara dan dapat diperbarui sesuai dengan hasil pemantauan lanjutan, seluruh masyarakat diimbau untuk tetap waspada, tidak panik, dan terus mengikuti informasi resmi dari BMKG guna untuk mengetahui perkembangan gempa terbaru di wilayah masing-masing. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni