RADARTUBAN- Kabar baik untuk keluarga penerima bantuan sosial! Pemerintah memastikan bahwa berbagai program bantuan bagi masyarakat kurang mampu akan tetap berlanjut di tahun 2026.
Ini adalah wujud nyata komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial bagi warga yang menghadapi tantangan ekonomi, agar tak ada yang tertinggal dalam perjalanan menuju kesejahteraan bersama.
Beberapa program bantuan yang akan tetap berjalan di tahun 2026 antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Meski jadwal pencairan bansos tahun depan belum diumumkan, masyarakat bisa sedikit tenang.
Berdasarkan pola penyaluran sebelumnya dari Kementerian Sosial, PKH dan BPNT kemungkinan besar akan tetap disalurkan dalam empat tahap sepanjang tahun seperti tahun-tahun sebelumnya.
Tahap 1: Januari – Maret
Tahap 2: April – Juni
Tahap 3: Juli – September
Tahap 4: Oktober – Desember
Selain menjamin kelanjutan program bantuan sosial, pemerintah juga tengah menyiapkan peningkatan anggaran dalam Rancangan APBN 2026.
Kabar baiknya, alokasi dana untuk bansos akan naik sekitar 8,6 persen dari Rp 468,1 triliun di tahun 2025 menjadi Rp 508,2 triliun pada 2026.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Langkah ini diharapkan bisa membantu menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Di saat yang sama, Kementerian Sosial juga tengah menyiapkan proses graduasi yakni pengurangan jumlah penerima bantuan bagi keluarga yang dinilai sudah lebih mandiri secara ekonomi.
Tujuannya, agar bantuan bisa lebih tepat sasaran dan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.
Sekitar 300 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) diperkirakan akan "lulus" dari Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2026, menurut penjelasan dari Kementerian Sosial.
Proses graduasi ini bertujuan agar bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran menjangkau mereka yang benar-benar masih membutuhkan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni